Misi Red Bull Mengkudeta Brawn

Misi Red Bull Mengkudeta Brawn

- Sport
Senin, 13 Jul 2009 18:45 WIB
Misi Red Bull Mengkudeta Brawn
Nurburging - Sudah dua gelaran seri terakhir Red Bull tampil mendominasi balapan. Mark Webber menyebut, timnya saat ini berusaha meraup poin demi poin untuk menjungkalkan Brawn GP dari posisi teratas.

21 Juni silam di Silvestone, Inggris, Red Bull menempatkan Sebastian Vettel dan Webber finis di posisi satu dan dua. Hasil tersebut memupus empat kemenangan beruntun yang diraih oleh pembalap Brawn, Jenson Button, di Bahrain, Spanyol, Monako, dan Turki.

Namun, Red Bull tampaknya tak mau hanya sekadar memupus kemenangan Button dan Brawn. Buktinya mereka kembali tampil dominan di Nurburging, Jerman, Minggu (12/7/2009). Kali ini giliran Webber yang menjadi juara dan Vettel berada tepat di belakangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil tersebut membuat Red Bull menempel ketat Brawn dari posisi dua pada klasemen konstruktor. Saat ini Red Bull mengantongi nilai 92,5 sedangkan Brawn masih memimpin dengan nilai 112.

Pun demikian untuk klasemen pembalap, di mana Button masih kokoh di puncak dengan raihan nilai 68. Saat ini Vettel dan Webber setia mengikutinya dari posisi dua dan tiga. Sampai saat ini Vettel telah mengoleksi 47 poin, sedangkan Webber mengoleksi 45,5 poin.

Dengan delapan seri tersisa, Red Bull masih mungkin untuk menyalip perolehan poin Brawn baik di klasemen konstruktor maupun pembalap. Webber pun yakin timnya bisa tampil konsisten di seri tersisa sehingga misi mengkudeta Brawn bukanlah hal mustahil.

"Keduanya masih mungkin untuk dicapai, tak ada yang perlu diragukan. Ada pekerjaan yang dilakukan di Milton Keynes sana, di bawah arahan Adrian Newey dan semua orang di sana. Mereka telah membuat mobil yang spesial, saya yakin," tandasnya seperti dilansir F1-Live.

"Brawn memimpin klasemen konstruktor karena mereka memang layak mendapatkannya, mereka meraih banyak poin tetapi kami belum menyerah."

Pembalap asal Australia itu juga mengatakan, saat ini timnya hampir tak memiliki masalah berarti. Sembari berseloroh ia mencetuskan, satu-satunya masalah adalah mereka masih belum selesai membangun lemari trofi.

"Sebastian dan saya berada di puncak performa dan kami berusaha menampilkan yang terbaik sehingga kami bisa tampil konsisten di semua seri. Renault memberikan kami mesin yang fantastis. Tim kami pun bekerja dengan baik."

"Problem di pabrik kami saat ini adalah membangun lemari trofi. Jadi, itu adalah masalah yang sangat bagus untuk dimiliki!"

(roz/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads