Ralf Kritik Kebijakan 'Persaingan' a la Red Bull

Ralf Kritik Kebijakan 'Persaingan' a la Red Bull

- Sport
Rabu, 15 Jul 2009 18:02 WIB
Ralf Kritik Kebijakan Persaingan a la Red Bull
Nurburgring - Kebijakan tim Red Bull Renault yang membiarkan kedua pembalapnya bersaing mendapat kritikan dari Ralf Schumacher. Mantan pembalap itu menilai cara Red Bull yang meninggalkan team order adalah salah.

Saat ini duo Red Bull berada di posisi kedua dan ketiga klasemen sementara pembalap. Sebastian Vettel dengan poin 47 ada di urutan kedua dan tertinggal sebelas poin dari pemuncak klasemen Jenson Button. Sedang di urutan ketiga adalah Mark Webber dengan poin 45,5.

Dalam dua balapan terakhir yakni di GP Inggris dan GP Jerman , Red Bull sukses finis 1-2. Di Silverstone kemenangan menjadi milik Vettel, sedangkan Webber menjadi raja di Nurburgring.

Red Bull memang membiarkan dua pembalapnya untuk 'bersaing ' di lintasan. Padahal, menilik posisi di klasemen sementara Vettel lebih berpeluang untuk meraih gelar juara dunia.

"Gelar juara dunia adalah hal yang terpenting dan tim telah melakukan kesalahan dengan membiarkan dua pembalapnya bersaing. Sebastian adalah pembalap yang kuat dan ia lebih butuh poin," kata Ralf seperti dilansir dari f1-racing.

Pria yang pensiun dari F1 pada tahun 2007 itu menilai bahwa kebijakan 'persaingan' yang dianut Red Bull membuat Button masih aman di puncak klasemen. "Dalam dua balapan terakhir, saya bisa mengatakan bahwa Button tidak akan lama berada dalam tekanan Red Bull meski tampaknya Brawn juga menunjukkan indikasi adanya kelemahan," ujar Ralf.

Eks pembalap Jordan, Williams, dan Toyota itu menambahkan bahwa Red Bull masih punya kesempatan untuk menjadi juara dunia. Syaratnya adalah me-nomor satu-kan Vettel.

"Red Bull masih punya kesempatan. Tentu saja mereka harus meraih seluruh poin yang mungkin untuk Vettel dan kejadian seperti di Nurburgring tidak boleh terjadi lagi," tutup adik Michael Schumacher itu.
(roz/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads