Posisi 10 dan 14 yang diraih dua pembalap BMW pada balapan terakhir di GP Jerman dua pekan lalu merupakan gambaran performa mereka sepanjang musim ini. Hasil tersebut merupakan kali keenam buat BMW gagal meraih satupun poin melalui Robert Kubica dan Nick Heidfeld.
Pada klasemen pembalap, Heidfeld dan Kubica tercecer di urutan 12 dan 15. Sementara di klasemen konstruktor, tim yang bermarkas di Swiss itu duduk di urutan tiga dari bawah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini tim kami berangkat menuju GP Hongaria dengan nyaris ekspektasi. Sejauh ini mobil kami tak bisa melaju dengan cepat untuk bisa berada di posisi atas. Bagaimanapun juga, kami terus bekerja dengan pengembangan F1.09," ungkap Theissen seperti diberitakan Crash.
BMW bukan tanpa alasan memutuskan untuk tetap mengembangkan mobil meski musim ini tinggal menyisakan delapan seri lagi. Setidaknya ada dua alasan yang membuat Theissen tak mengikuti jejak Ferrari.
"Tahun ini regulasi baru aerodynamik akan tetap sama di tahun depan. Apa yang kami pelajari dari mobil kami yang sekarang adalah bahwa konsepnya akan sama dengan perbandingan 1:1 dengan F1.10."
"Selain itu, dengan adanya larangan melakukan ujicoba, balapan di akhir pekan menawarkan kami kesempatan untuk melakukan tes dan pengembangan yang sudah kami lakukan dan juga (menganalisa) lawan-lawan kami. Itu kesempatan yang tak boleh dilepaskan. Selain itu kami juga ingin membuktikan pada fans, dan juga pada diri kami sendiri, kalau kami akan bisa membalikkan devisit," pungkas Theissen.
(din/mrp)











































