Red Bull : Team Order Digunakan, bila ...

Red Bull : Team Order Digunakan, bila ...

- Sport
Senin, 20 Jul 2009 18:10 WIB
Red Bull : Team Order Digunakan, bila ...
Jakarta - Tim Red Bull selama ini terus teguh dengan strategi rivalitas antar pembalapnya. Namun mereka juga tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi team order. Kondisi apa yang akan membuat strategi itu digunakan?

Rivalitas. Itulah kebijakan dari tim Red Bull. Kebijakan itu membuat kedua pembalapnya, Sebastian Vettel dan Mark Webber kini berkejaran di posisi kedua dan ketiga klasemen sementara pembalap. Vettel mengoleksi poin 47, sedang Webber 45,5. Sebuah margin yang sangat tipis.

Dalam dua seri terakhir, duo Red Bull merajai. Vettel juara di GP Inggris, sedang GP Jerman menjadi milik Webber.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Strategi persaingan ini sempat mendapatkan kritik dari mantan pembalap Ralf Schumacher. Kebijakan itu membuat pengejaran terhadap Jenson Button yang memuncaki klasemen sementara justru menjadi kacau.

Strategi itu masih akan diterapkan di seri-seri mendatang. "Kami akan terus memperlakukan dua pembalap kami secara sejajar. Jarak poin antara keduanya hanya 1,5. Jadi mereka berdua memiliki kesempatan untuk menjadi juara dunia. Jalan untuk menangkap Jenson Button masih panjang," ujar bos Red Bull Christian Horner, seperti dikutip dari f1-racing.

Meski mengedepankan rivalitas, tim yang bermarkas di Milton Kenyes, Inggris itu tidak menutup kemungkinan bakal memakai team order.

"Jika suatu saat nanti ada jarak poin yang signifikan di antara keduanya, atau secara matematis salah satu di antara keduanya sudah tak mungkin lagi bersaing merebut gelar juara, selanjutnya mereka akan bermain secara tim dan satu dari mereka akan berperan sebagai pembalap pendukung," ujar Horner.

"Sasaran kami adalah melihat keduanya mengalahkan Brawn GP sesegera mungkin," tutup Horner.
(nar/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads