Sejak menjalani debutnya di F1 bersama Renault di tahun 2008, Piquet baru satu kali meraih podium yakni di GP Jerman 2008. Hingga saat ini poin total yang diraihnya adalah 19.
Untuk musim ini, pembalap yang baru saja merayakan ulang tahun ke-25 itu masih belum mendapatkan poin. Ia kini duduk di posisi ke-20 klasemen sementara pembalap.
Hasil ini membuat Briatore berang. "Saya selalu bersikap adil kepada pembalap saya. Saya berharap banyak dari Piquet, karena ini merupakan musim keduanya ia menjadi pembalap full-time ," ujar Briatore seperti dilansir dari Autosport.
"Ketika ada pembalap yang mengalami hasil buruk, ia pun membuka buku alasan dan mulai berkata: ini akibat faktor cuaca, pantulan cahaya dari kaca mata hitam penonton, selip di tikungan, ini, itu," ujar pria asal Inggris tersebut.
Briatore menegaskan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan antara mobil yang ditunggangi Piquet dengan mobil Fernando Alonso. Selanjutnya, bos Renault berusia 59 tahun itu pun membandingkan dengan kondisi tim Red Bull yang juga menggunakan mesin Renault.
"Piquet memang melakukan tes balap lebih sedikit dari Alonso, namun lihatlah di mana posisi Mark Webber saat ini. Webber juga menjalani tes lebih sedikit daripada Sebastian Vettel karena ia mengalami cedera kaki," ujarnya.
Piquet tak kalah keras membalas ucapan sang bos. Ia menuding Briatore sebagai seorang yang hanya mencari untung saja. "Flavio adalah pelaku bisnis, ia tak tahu apa-apa soal F1. Ia memang manajer saya, namun perannya sebagai bos tim tidak membuat saya menaruh rasa hormat," seru Piquet.
"Ia cuma berpikir soal uang, berapa banyak aba yang bisa ia kantongi di setiap kegiatan yang ia ikuti. Briatore adalah orang yang tak memiliki teman. Setiap hari, orang-orang selalu bertanya kepada saya: mengapa kamu diam saja?"
Soal perbandingan dengan Webber, Piquet punya alasan. "Webber sudah di F1 sejak tahun 2001, ia memulai di era yang berbeda dengan saya, di mana ketika itu sesi tes tidak dibatasi," serunya.
Pembalap yang biasa dipanggil Nelsinho ini juga menyoal kondisi tim yang mempengaruhi pencapaiannya sejauh ini. "Saya harus beraraung dengan Briatore dan juga Alonso, seorang pembalap yang fantastis. Ketika saya tak kompetitif di kualifikasi, saya merupakan orang pertama yang mengatakannya. Namun bila Briatore tak mengerti maksud saya, apa yang bisa saya lakukan?" tutupnya.
Dua pekan sebelum perang kata-kata ini terjadi, posisi Piquet di Renault diberitakan terancam usai Briatore menolak mengkonfirmasi siapa pembalap pendamping Alonso di GP Hongaria (26/7/2009). Pada akhirnya, Nelsinho tetap tampil dan finis ke-12. (krs/roz)











































