Schumacher batal mengisi kursi Ferrari yang ditinggalkan Felipe Massa karena merasa fisiknya tidak cukup fit. Alhasil, Badoer pun ditunjuk sebagai pengemudi pengganti.
Beda dengan Schumi yang berstatus pemilik tujuh titel juara dunia, Badoer 'hanya' seorang pembalap tes yang terakhir membalap di lomba bersama Minardi tahun 1999. Keraguan terhadapnya pun menyeruak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi beda dengan Luca di Montezemolo. Presiden Ferrari itu yakin bahwa Badoer, yang sudah lebih dari satu dekade mengabdi sebagai tester di Lo Scuderia, bisa berbuat sesuatu.
"Saya percaya kepada Luca Badoer, dia adalah bagian dari kami. Takdir membuat dia punya kesempatan unik itu dan sekarang dia harus memberikan yang terbaik. Kami akan mendukungnya dengan segala yang kami punya," ujar Di Montezemolo kepada Autosport.Menjadi tester bertahun-tahun, Badoer boleh jadi hafal luar dalam kondisi mobilnya. Tapi satu dekade tanpa atmosfer kompetitif, apa yang membuat pembalap Italia pertama yang mengemudikan Ferrari di lomba dalam 15 tahun itu optimistis?
"Saya sudah menyiapkan diri untuk segala situasi, seperti halnya yang saya lakukan bertahun-tahun belakangan. Saya sudah cukup lama di sini," tepis Badoer yang kini berusia 38 tahun.
"Setelah kecelakaan yang menimpa Felipe, saya mengintensifkan program dan saya yakin saya tidak akan menemui banyak kesulitan," tegas Badoer yakin.
(arp/din)











































