Schumacher sedianya diplot Ferrari menggantikan Massa yang cedera berat di GP Hongaria. Namun akibat fisik yang tidak siap, juara dunia tujuh kali itu batal kembali ke lintasan.
Akhirnya, Ferrari menoleh kepada Badoer; pembalap 38 tahun yang sudah 10 tahun lebih tidak berlomba karena selama itu dia menjadi abdi yang setia bagi Lo Scuderia sebagai pembalap tes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferrari ternyata sudah tidak memakai jasa pembalap negeri sendiri sepanjang 15 tahun. Hal yang cukup mengherankan mengingat selama ini The Prancing Horse sangat bangga dengan identitas Italianya.
Badoer mengikuti jejak Larini yang juga seorang pembalap pengganti. Bila Badoer menggantikan Massa, maka Larini dulu mengisi posisi Jean Alesi di seri kedua musim 1994 karena Alesi cedera akibat kecelakaan di sebuah tes.
Hasilnya lumayan tokcer. Larini memang gagal finis di lomba pertamanya di GP Pasifik di Jepang, tetapi ia menebusnya dengan performa prima di GP San Marino dan ia sukses finis di podium kedua.
Tapi Larini 'cuma' pembalap pengganti di dua balapan tersebut saja tahun itu. Kita harus mundur dua tahun sebelum itu untuk melihat seorang Italiano menjadi pembalap reguler bagi Ferrari.
Orang itu Ivan Capelli. Ia adalah satu dari dua pembalap utama Ferrari di musim 1992 di samping Alesi. Tapi pencapaiannya buruk. Ia 10 kali tak finis dari 14 kali lomba dan finis terbaiknya adalah posisi lima. Di dua balapan terakhir musim itu, Capelli digantikan Larini.
Masih ada lagi hal yang menyedihkan mengingat kaitan Ferrari dan pembalap Italia. Pria Italia terakhir yang memenangi sebuah balapan di atas mobil Red Scarlet adalah Michele Alboreto pada tahun 1985.
Alboreto menjuarai dua seri pada tahun itu, yakni di GP Kanada dan GP Jerman. Alboreto masih mengemudikan Ferrari pada musim 1986, 1987 dan 1988. Tapi dalam kurun waktu itu, Alboreto tidak bisa mempersembahkan satu kemenangan pun.
(arp/roz)











































