Naluri Schumi Dipadamkan Cedera

Naluri Schumi Dipadamkan Cedera

- Sport
Kamis, 13 Agu 2009 03:16 WIB
Naluri Schumi Dipadamkan Cedera
Munich - Michael Schumacher mengaku sangat sedih harus membatalkan rencana comeback-nya. Menantang bahaya mungkin sudah jadi naluri Schumi, tapi dia tetap harus menyerah pada cedera.

"Ini sangat menyedihkan buat saya sendiri. Ini bahkan menjadi salah satu keputusan terberat yang harus saya hadapi," ungkap Schumi dalam sebuah konferensi pers yang dilangsungkan di Jerman, Rabu (12/8/2009), atau sehari setelah dia dipastikan batal kembali ke F1.

Schumi ditunjuk Ferrari mengisi kekosongan di salah satu kokpit F60 mereka menyusul cedera yang dialami Felipe Massa. Setelah menjalani persiapan hampir dua minggu dan mendapat sambutan yang luar biasa dari publik F1, juara dunia tujuh kali itu ternyata tak bisa melanjutkan rencananya untuk kembali membalap karena cedera leher yang belum pulih benar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita semua tahu balap motor memiliki unsur bahaya, tapi bahaya adalah bagian alami dari diri saya, itulah saya. Saya lompat dari pesawat, saya menunggangi motor balap, mengendari mobil F1. Sekarang saya kecewa karena memutuskannya (batal comeback) karena hal keputusan tersebut menghalangi saya melakukan apa yang ingin saya lakukan," sambung Schumi seperti diberitakan Reuters.

Schumacher mendapatkan cedera pada lehernya saat dia mengalami kecelakaan ketika menjajal balap motor pada Februari lalu. Rasa sakit yang dialami saat melakukan serangkaian ujicoba dengan F2007 akhirnya memaksa dia membatalkan rencana kembali ke balapan Jet Darat.

"Memasuki mobil dan mengendarainya masih terasa biasa buat saya. Saya tidak menemui masalah dalam beradaptasi, tapi saya kemudian merasakan rasa sakit yang cukup berarti di leher, terutama saat melintasi bagian trek yang tak rata."

"Kami sudah melakukan apa yang bisa dilakukan, tapi itu juga tak berhasil. Kami telah mempersiapkan dengan serius. Saya baru membuat keputusan yang sulit dan itu memenuhi pikiran saya saat ini. Saya tidak berpikir banyak soal masa depan," pungkas pria Jerman berusia 40 tahun itu.
(din/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads