Barrichello Manfaatkan Kesalahan McLaren

Barrichello Manfaatkan Kesalahan McLaren

- Sport
Minggu, 23 Agu 2009 21:06 WIB
Barrichello Manfaatkan Kesalahan McLaren
Valencia - Ambisi Lewis Hamilton untuk menjuarai GP Eropa berantakan. Start dari posisi terdepan, Hamilton harus rela melihat Rubens Barrichello jadi juara akibat kesalahan McLaren.

McLaren membuat kesalahan dengan tidak siap melakukan pit stop kedua untuk Hamilton di lap 37. Kesalahan itu membuat Hamilton kehilangan posisinya dan Barrichello pun melejit jadi jawara.

Jalannya balapan.
Saat start, Hamilton dan Heikki Kovalainen yang start dari dua posisi terdepan melaju mulus. Jenson Button justru terpuruk ketika ia tercecer ke posisi delapan walau start dari posisi kelima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya, Kimi Raikkonen dan Luca Badoer yang mengendarai Ferrari justru membuat start bagus. Raikkonen merangkak dua posisi ke posisi empat dan Badoer naik empat strip ke posisi 16.

Di dua lap pertama, terjadi dua kecelakaan kecil. Yang pertama senggolan antara Romain Grosjean dengan Jarno Trulli di lap pertama dan serempetan Timo Glock dengan Sebastian Buemi di lap kedua.

Start menjanjikan Badoer ternyata tidak bisa diteruskan. Di lap ketiga, pembalap Italia berusia 38 tahun itu melintir meski masih bisa melanjutkan lomba. Posisinya melorot dari 14 ke 17.

Peringkat Button terus menurun. Di lap keenam, pembalap Brawn GP yang memimpin klasemen pembalap itu turun ke posisi sembilan setelah Mark Webber menyalipnya. Di depan, keunggulan Hamilton meningkat jadi empat detik.

Lap 15 menjadi saat pertama Hamilton melakukan pit stop dan ia keluar pit di posisi enam. Lap berikutnya, giliran Kovalainen yang masuk pit. Situasi ini membuat Barrichello memimpin lomba.

Strategi pit stop yang apik di lap 19 membuat Barrichello yang sekian waktu tertahan di belakang Kovalainen bisa melanjutkan lomba di belakang Hamilton. Jarak keduanya pun cuma 3-4 detik.

Bencana bagi Sebastian Vettel terjadi di lap 24. Akibat kerusakan mesin, pembalap Red Bull itu harus keluar lomba. Artinya, penghuni peringkat tiga klasemen itu tak menambah koleksi angkanya.

Barrichello terus menekan Hamilton. Lap 25, keunggulan Hamilton dipangkas oleh Barrichello hingga tersisa sekitar 3,5 detik saja.

Kesalahan kembali dibuat Badoer di lap 34. Pembalap yang sudah 10 tahun itu tak membalap kena drive through penalty akibat menginjak garis putih saat keluar dari pit.

Bencana bagi Hamilton datang di lap 37 saat ia masuk pit. Ternyata, kru McLaren belum menyiapkan ban untuk Hamilton. Akibatnya, Hamilton harus menjalani pit dengan waktu nyaris 14 detik.

Lap 38, pembalap Williams Kazuki Nakajima harus keluar lomba akibat ban kiri depannya pecah. Pembalap Jepang itu harus terseok-seok melarikan mobilnya masuk ke pit stop.

Barrichello kemudian membuat pit stop keduanya di lap 40. Seperti sudah diperkirakan, Barrichello keluar pit di posisi pertama di depan Nico Rosberg yang baru satu kali stop dan Hamilton.

Di sisa balapan, Hamilton mencoba memangkas jaraknya dengan Barrichello. Selisih keduanya yang tadinya lebih dari enam detik disunat jadi sekitar 5,5 hingga 5,9 detik saja.

Tapi Hamilton tahu upaya itu belum cukup. Jaraknya terlalu jauh dari Barrichello. Hamilton hanya tinggal menunggu Barrichello berbuat kesalahan yang bisa membuatnya merebut gelar juara.

Kesalahan tidak terjadi dan Barrichello pun melintasi garis finis di posisi pertama, diikuti oleh Hamilton dan Raikkonen. Berurutan di belakang mereka adalah Kovalainen, Rosberg, Fernando Alonso, Button dan Robert Kubica.

(arp/arp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads