Vettel: Sampai Nafas Terakhir

Vettel: Sampai Nafas Terakhir

- Sport
Senin, 24 Agu 2009 04:49 WIB
Vettel: Sampai Nafas Terakhir
Valencia - Dua kali berturut-turut Sebastian Vettel tidak memperoleh angka di saat ia membutuhkannya untuk tetap bersaing memperebutkan gelar juara. Meski berat, ia tetap bertekad berjuang sampai nafas terakhir.

Vettel pada seri kesebelas dalam GP Eropa di Valencia, Minggu (23/8/2009), tidak berhasil finish gara-gara mobil Red Bull-nya mengalami kerusakan mekanis. Di seri sebelumnya ia mengalami nasib serupa pada balapan di Hungaroring, Hongaria.

Dua kesialan tersebut membuat pembalap Jerman ini tertinggal 25 poin dari Jenson Button yang masih memimpin klasemen sementara, sedangkan kompetisi tersisa enam seri lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini tidak bagus," ujar Vettel, dikutip Autosport. "Dalam kaitannya dengan kejuaraan ini, aku akan berjuang sampai nafas terakhir."

"Tapi memang tidaklah bagus jika Anda retire ketika Anda sedang memburu dan ingin mendapatkan poin lebih banyak lawan lawan-lawan Anda," sambungnya. "Anda dalam posisi melakukan itu, tapi Anda malah tidak finish."

Vettel bahkan tidak dalam posisi mendapatkan banyak poin di Valencia setelah ia mengalami masalah di pitstop, yang membuatnya langsung terlempar ke posisi 16, walaupun start dari grid keempat.

"Problem terbesarku hari ini adalah pitstop pertama. Kami tak bisa memasukkan bahan bakar ke mobil, sehingga kami harus masuk lagi. Kami beruntung bisa kembali stop kedua."

"Pada saat itu aku praktis sudah kalah. Tapi kemudian, beberapa lap berikutnya, aku punya masalah dengan mesin dan harus pensiun," pungkas Vettel, yang di musim ini sudah meraih dua kemenangan di China dan Inggris itu.

Team principal Red Bull Christian Horner mengakui kegagalan hari ini amat merugikan Vettel. Tapi untuk mengibarkan bendera putihΒ  lebih cepat, pihaknya menolak melakukannya.

"Dia selalu dalam persaingan sampai secara matematis mustahil dia menang. Kesulitannya meningkat, terutama dengan handicap pada dua mesin tersisa antara sekarang dan di akhir musim. Ini membuat kami dalam tekanan cukup besar," tukas Horner.
(a2s/key)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads