Rival Jenson Button untuk memperebutkan gelar juara dunia F1 di sisa musim ini bertambah. Repotnya, sang rival merupakan rekan satu tim Button. Bagaimana pembalap Inggris itu menyikapi keadaan ini?
Menjelang enam balapan terakhir, pesaing Button justru bertambah. Repotnya, rival baru itu adalah sesama pembalap BrawnGP. Bersaing dengan rekan satu tim, tentu saja akan berat. Apalagi, persaingan di antar rekan satu tim berpotensi merugikan tim itu sendiri.
Β
Kemenangan Rubens Barrichello dalam GP Eropa, Minggu (23/8/2009) malam WIB, membuat peta persaingan perebutan gelar juara dunia semakin ramai.
Barrichello, yang sebelum balapan ada di posisi keempat, merangsek ke peringkat kedua dengan poin 54. Ia mengungguli duo Red Bull Mark Webber dan Sebastian Vettel yang masing-masing memiliki nilai 51,5 dan 47. Sementara itu pemuncak klasemen masih dipegang Button dengan poin 72.
Namun, Button mengaku tidak ambil pusing soal hal bertambahnya rival tersebut, serta kemungkinan ia harus adu kuat dengan teman sendiri.
"Rubens merupakan lawan yang berat dan Anda memang membutuhkan orang seperti itu di dalam tim. Seperti halnya Red Bull, di mana Vettel dan Webber yang saling bersaing," ujar Button sepreti dilansir dari Autosport.
"Melawan Rubens tak akan pernah mudah. Ia sangat kompetitif. Untuk saya, yang jadi masalah adalah bagaimana mendapatkan penampilan terbaik dari mobil. Hal itu yang belum bisa saya lakukan," lanjut pembalap berusia 29 tahun itu.
Dalam empat balapan terakhir, Button gagal naik podium. Sesuatu yang berbeda drastis dengan tujuh balapan awal di mana dia menang enam kali.
Bagaimana tanggapan pembalap yang meniti karir di F1 sejak tahun 2000 tersebut? "Saya seorang yang selalu berpikir positif. Saya sangat menyukai perjuangan untuk meraih kemenangan seperti ini. Saya berharap bisa melakukannya di enam seri tersisa," tutup Button.
Foto: Jenson Button (kiri) dan Rubens Barichello (kanan), mengapit atlet layar Inggris Ben Ainslie. Foto diambil di paddock BrawnGP sebelum GP Eropa di sirkuit jalan raya Valencia, Minggu (23/8/2009) (AFP )
(nar/arp)











































