Setelah yang terakhir menjadi juara di China tahun 2004, Barrichello menuntaskan puasanya setelah menjejak podium tertinggi di GP Eropa akhir pekan kemarin.
Mengakhiri penantian lima tahun untuk akhirnya bisa kembali menang jelas menggembirakan pembalap Brasil itu. Dan kini dia makin antusias menjalani sisa musim 2009 karena punya peluang besar jadi juara dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir itulah cara saya untuk bisa berada dalam situasi kemenangan. Saya menjalani liburan luar biasa dan saya kembali siap untuk ini semua, jadi ini merupakan kemenangan yang hebat. Tentu saja ini membawa saya ke situasi yang lebih baik di kejuaraan ini".
"Saya hanya harus terus melanjutkan bekerja, saya pikir itu (jadi juara) sangat-sangat mungkin," ungkapnya seperti diberitakan ITV.
Saat masih bernama Honda musim lalu, raihan Barrichello sebenarnya jauh lebih baik dari Button. Pembalap 37 tahun itu bisa mengumpulkan 11 poin, lebih banyak dibanding rekan Inggrisnya yang cuma dapat tiga.
Namun entah mengapa, di awal musim ini justru Button yang langsung tancap gas. Enam kemenangan diraih Button dari tujuh balapan pertama, meski dia kemudian gagal naik podium dalam empat balapan berikutnya.
"Saya menjalani musim yang fantastis tahun lalu, lebih baik dibanding Jenson (Button). Namun tiba-tiba, Jenson memiliki persiapan lebih baik di awal musim dan dia melangkah maju untuk bisa memenangi beberapa balapan. Anda semua tahu...saya seseorang yang punya keyakinan. Saya bermimpi dan saya bekerja sangat keras," pungkas Barrichello.
(din/roz)











































