Penolakan untuk mendukung sebuah seri F1 di India itu terungkap dalam sebuah surat yang dikeluarkan pada Januari lalu yang isinya menolak permintaan promotor balap JPSK Sports untuk menalangi pembayaran 36,5 juta dolar AS (Rp 364 miliar) kepada Formula One Association (FOA) di Inggris.
Kementrian Olahraga menganggap bahwa menggelar F1 di India adalah hanya bersifat hiburan dan tidak akan membantu perkembangan olahraga di negara dengan penduduk lebih dari 1 miliar jiwa itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proposal balapan F1 tidak memenuhi prasyarat yang terfokus kepada upaya manusia untuk unggul dalam kompetisi dengan orang lain dengan memperhatikan pergerakan olahraga di Olimpiade," imbuh pernyataan itu.
Meski tidak mendapatkan dukungan Pemerintah, Direktur Utama JPSK SportsΒ Samir Gaur bersikeras bahwa pihaknya tetap berkomitmen membawa F1 ke India.
"Ya, kami memang datang ke Kementrian untuk meminta dukungan Pemerintah. Jika harus, kami akan datang lagi. Kami 200 persen berkomitmen menggelar balapan F1 di India," cetus Gaur.
JPSK Sports, yang dibentuk oleh sejumlah grup usaha dengan kapitalisasi pasar sebesar 2 miliar dolar AS (Rp 9,99 trilun) dan dikontrol oleh Gaur, juga bertekad menyelesaikan pembangunan sirkuit agar siap pada waktunya.
(arp/din)











































