Musim ini KERS diperkenalkan di F1. Namun teknologi yang bertujuan untuk mendapat tenaga tambahan ini ternyata tidak mendapat respon positif. Alih-alih FOTA ingin agar KERS bisa memacu mobil jadi lebih cepat dan ramah lingkungan, namun kenyataan sistem ini malah jadi mimpi buruk bagi tim yang memakainya
Ferrari, BMW Sauber, dan McLaren yang menggunakan KERS menuai prestasi kurang menggembirakan musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski faktanya begitu, namun Renault malah yakin kalau niatnya untuk memakai KERS pada GP Italia di Monza 13 September mendatang, bisa jadi titik balik untuk meraih kemenangan di lima seri yang tersisa. Apalagi KERS cocok dipakai di sirkuit Monza yang banyak trek lurus dan tikungan cepat.
"Kami selalu mengembangkan sesuatu yang baru dan di dua balapan mendatang kami akan menggunakan low downforce untuk mobil kami," ungkap Direktur Teknisnya, Bob Bell, pada wartawan jelang GP Belgia akhir pekan ini yang dikutip Reuters.
"Begitu pula untuk KERS, kami tidak berencana untuk memakainya di Spa (Belgia), tapi kami akan mencobanya di Monza dan kami percaya kalau itu akan menguntungkan kami," tegasnya lanjut.
Pembalap andalan Renault, Fernando Alonso, di musim ini tak bisa menunjukkan form terbaiknya dengan tunggangan barunya, R29. Belum sekalipun juara dunia 2005 dan 2006 itu finis di tiga besar dan prestasi terbaiknya yaitu di GP Australia dan GP Spanyol, di mana ia selesai di urutan ke-5.
Begitu pula untuk Nelson Piquet jr, yang sebelum dipecat usai GP Hongaria, hanya bisa finis di luar 10 besar dan penggantinya, Romain Grosjean, cuma bisa finis di grid ke-15 pada debutnya di GP Eropa pekan lalu.
"Kami mengerjakan segala sesuatunya dari minggu ke minggu dan perlahan kami terus mencari ide-ide baru untuk mobil di musim depan. Di samping kami terus berusaha keras untuk meningkatkan R29," papar Bell mengenai prestasi buruk pemegang dua kali gelar juara dunia kontrusktor itu.
"Kami beruntung bahwa peraturan mengenai aerodinamik tetap sama tahun depan dan kami bisa mentransfer apa yang kami pelajari dari R30 untuk mobil yang sekarang. Tapi jujur, konsen terbesar kami adalah untuk mobil musim depan," pungkasnya. (mrp/a2s)











































