Alonso dalam beberapa kesempatan mengisyaratkan kalau dia akan memikirkan opsi lain terkait keberadaannya di tim Renault. Buruknya performa tim tersebut dalam dua musim terakhir jadi pertimbangan utama driver asal Spanyol tersebut.
Kans mantan juara dunia dua kali itu bertahan di Renault justru makin tipis setelah tim tersebut dicurigai mengatur hasil balapan di GP Singapura tahun lalu. Sanksi terberat yang mungkin diterima Reanult jika kemudian dinyatakan bersalah adalah pemecatan dari F1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu tak mengubah apapun. Tahun depan saya masih tak tahu ke mana saya berlabuh. Semua orang berpikir kalau saya akan berganti tim, tapi saya belum mengatakan apapun.Β Kita lihat dan tunggu saja," ungkap Alonso di Crash.
Pada kesempatan yang sama Alonso juga menolak kalau dia dikatakan sudah kehilangan motivasi untuk memperkuat tim yang sempat mengantarnya dua kali jadi juara dunia itu. Alonso malah mengaku masih berhasrat jadi dunia untuk kali ketiga.
"Tak ada maslah dengan motivasi, karena Anda akan selalu bisa menemukannya. Saya masih merasakan ketegangan itu, saya masih tak sabar untuk masuk ke mobil dan berjuang untuk mendapat yang terbaik."
"Jelas jika Anda tak mendapat hasil, segalanya akan menurun - euforia, citra. Saya kenal pembalap lain yang (memilih) mengambil tasnya dan pulang ke rumah. Saya sama sekali tidak seperti itu. ... Saya ingin menjadi juara dunia lagi. Saya tak pernah menyerah," pungkas pembalap yang sudah memenangi 21 race itu.
(din/key)











































