Tim Principal, Flavio Briatore, serta Direktur Engineering, Pat Symonds, sebelumnya diduga menjadi aktor utama di balik tuduhan pengaturan balapan GP Singapura tahun lalu. Kecelakaan yang dialami Piquet pada balapan tersebut dicurigai merupakan sebuah kesegajaan demi memuluskan jalan Fernando Alonso menjadi juara.
Dapat sangkaan seperti itu Symonds langsung melontarkan pembelaan dengan balik menuduh kalau Piquet lah yang berada di balik kejadian tersebut. Namun kini dua petinggi Renault itu tak akan bisa mengelak lagi menyusul bocornya transkrip pengakuan Piquet pada FIA ke media.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan tersebut Piquet juga membenarkan soal pemilihan lokasi kecelakaan di tikungan 17 mengingat posisinya yang jauh dari crane sehingga safety car akan lama berada di trek. Pembalap Brasil itu juga menyebut alasan menerima perintah tersebut dikarenakan dia mengaku khawatir lantaran Briatore sama sekali belum memberi informasi soal kontraknya.
"Setelah balapan, Briatore mengucapkan 'terimakasih' pada saya dengan perlahan," lanjut pembalap yang kontraknya diputus Renault usai GP Hongaria pada Juli lalu.
Pihak FIA dan Renault menolak berkomentar soal bocornya transkrip pengakuan pembalap muda Brasil berusia 24 tahun itu. Sementara jurubicara Piquet, yang diminta konfirmasinya, belum bisa mematikan keaslian transkrip yang bocor ke media tersebut.
"Kami tak memiliki informasi soal hal ini. Kami tidak mempublikasi (pernyataan) tersebut dan kami tidak tahu apa itu. Saya sudah melihat dokumennya di internet, tapi yang saya tahu sama banyak dengan yang Anda tahu," sahut jurubicara tersebut.
(din/a2s)











































