Di Monza, Minggu (13/9/2009), Button mengakhiri puasa podium yang sudah memanjang sampai lima seri. Inilah kali pertama si pembalap Brawn GP menjejak podium lagi sejak 7 Juni 2009 lalu.
Kunci hasil positif tersebut, aku Button yang masih menempati pucuk klasemen, adalah keberhasilannya melakukan start agresif di awal balapan usai mulai dari tempat ke-6. Kelengahan Heikki Kovalainen usai dilewati Rubens Barrichello, rekan setim Button, sukses dimanfaatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku ada di belakang Kovy di chicane kedua dan di Lesmo aku berhasil menempatkan hidung mobilku di bagian dalam, dan melewatinya di Lesmo 2. Gerakan itu harus dilakukan karena tanpanya aku mungkin akan finis tiga atau empat," terang dia.
Finis di posisi dua di belakang rekannya sendiri pun sudah bikin Button puas. Dia mengakui kalau Barrichello kali ini memang lebih cepat.
"Ada di posisi dua sangat bagus. Aku ingin berada di posisi Rubens, tapi dia lebih baik akhir pekan ini. Aku kehilangan dua angka di sini, tapi dapat tujuh poin lebih banyak dari (Sebastian) Vettel. Dia (Barrichello) adalah rival terdekatku, tapi kami punya hubungan baik," tandas Button. (krs/arp)











































