Pasangan Brawn GP kembali tampil jadi yang terbaik dalam balapan di Monza, Minggu (14/9/2009). Barrichello finis terdepan, sementara Button ada di belakangnya. Ini adalah finis satu-dua pertama Brawn GP setelah enam seri.
Untuk Button, hasil ini kian menguak optimisme akan gelar juara setelah beberapa seri belakangan kurang mengesankan. Si pemuncak klasemen sementara yang bisa menang pada enam dari tujuh seri pembuka itu memang sempat empat seri puasa podium sebelum balapan di Monza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pria yang duduk di sebelahku ini (Barrichello) jelas adalah rival terdekatku saat ini," aku Button di F1 Live.
Di atas kertas, Sebastian Vettel (54 poin) atau Mark Webber (51,5 poin) yang secara berurutan duduk di posisi empat dan lima memang masih bisa menyalip Button dan Barrichello, tapi kans itu terbilang tak mudah karena hanya empat seri tersisa. Apalagi Brawn GP tampak mulai unjuk kegarangan lagi.
"Kejuaraan belum selesai, target kami adalah melakukan yang terbaik, kami di sini untuk memenangi balapan-balapan dan kejuaraan dunia, jadi kami harus fokus ke sana, semuanya ada di tangan kami," seru Vettel yang menolak untuk menyerah, seperti dikutip Autosport.
Apapun, tanpa niatan meremehkan para pembalap selain Button dan Barrichello, kans paling realistis untuk duduk di tahta juara dunia 2009 memang dimiliki oleh duo Brawn GP. Ini jelas berita baik untuk sebuah tim yang nyaris saja tak ikut balapan musim ini, kendati juga menyisakan sedikit kerisauan.
Dengan adanya dua pembalap dari tim yang sama berebut titel juara dunia, hal itu bukan tak mungkin bisa mengganggu kebersamaan tim, bahkan menimbulkan riak-riak persaingan yang kurang sportif pada titik ekstrem. Ini mengapa sang bos Ross Brawn pun wanti-wanti kepada dua pembalapnya.
"Yang saya minta dari para pembalap saya adalah mereka bersaing jujur dan terbuka, mereka harus bekerja sama dengan adil, tapi mereka sudah dewasa kok untuk menanganinya," lugas Brawn yakin.
(krs/arp)











































