Briatore: Dari Fesyen ke Lintasan F1

Briatore: Dari Fesyen ke Lintasan F1

- Sport
Rabu, 16 Sep 2009 23:24 WIB
Briatore: Dari Fesyen ke Lintasan F1
Jakarta - Memulai bisnisnya di dunia fesyen, Flavio Briatore kemudian merambah F1 dan jadi tokoh berpengaruh di balapan jet darat. Skandal GP Singapura menjadi akhir pahit buat pria 58 tahun itu.

Beberapa jam lalu Briatore dan Pat Symonds memutuskan menanggalkan jabatannya di tim Renault. Pengakuan tim tersebut atas tuduhan pengaturan balapan di GP Singapura memaksa kedua pria tersebut meninggalkan hinga-bingar balapan jet darat.

Berikut profil Flavio Briatore:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

* Lahir di bagian selatan Italia pada 12 April 1950, perjalanan karir Briatore meliputi beragam bidang bisnis terkait kehadalannya di dunia pemasaran. Dia adalah orang yang membangun kerajaan fesyen Benetton di Amerika Serikat sebelum akhirnya masuk ke dunia F1 sebagai ahli pemasaran.

* Briatore mengawali perjalanannya di dunia balapan jet darat saat dia diserahi jabatan sebagai direktur komersial Tim Benneton. Tahun 1991 dia mengontrak Michael Schumacher, pembalap yang kemudian memenangi tujuh gelar juara dunia.

* Briatore menghabiskan delapan tahun bersama Benetton atau hingga 1997. Di tim tersebut dia sempat mengantar Schumi memenangi dua gelar juara dunia (1994 dan 1995) serta juara dunia konstruktor di tahun 1995.

* Selama dua tahun kemudian Briatore tak banyak berkecimpung di dunia F1. Namanya lebih banyak masuk kolom gosip setelah berpacaran dengan supermodel Inggris Naomi Campbell serta memiliki anak dari hubungannya dengan supermodel Jerman, Heidi Klum. Saat ini dia tercatat menikah dengan seorang wanita asal Italia Elisabetta Gregoraci.

* Briatore kembali ke Benneton saat Renault mengambil alih tim tersebut pada tahun 2000.

* Tahun 2005 Briatore merayakan gelar juara dunianya yang kedua menyusul keberhasilan Fernando Alonso berdiri di puncak klasemen akhir musim tersebut. Sukses tersebut terulang setahun berikutnya.

* Tahun 2006 dia memunculkan kontroversi setelah membandingkan F1 dengan skandal pengaturan pertandingan di Italia (Calciopoli). Dia menuduh kalau juara F1 sudah ditentukan sebelumnya.

* Bersama Bernie Ecclestone dia mengambil alih klub Divisi II Liga Inggris, Queens Park Rangers.

* Desember tahun lalu dia menyatakan akan mundur dari dunia F1 dalam waktu dua tahun ke depan.Β 

* Menyatakan meletakkan jabatan sebagai tim principal Reanult setelah tim tersebut mengakui adanya pengaturan balapan di GP Singapura tahun 2008 lalu.
(din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads