Kubica Tunggu Nasib Renault

Kubica Tunggu Nasib Renault

- Sport
Jumat, 18 Sep 2009 18:23 WIB
Kubica Tunggu Nasib Renault
Jakarta - Salah satu pembalap yang paling dinantikan masa depannya adalah Robert Kubica. Walaupun santer diisukan bakal pindah ke Renault, tapi skandal tim pabrikan Prancis itu membuatnya harus menunggu.

Kubica sedang membuka pintu lebar-lebar untuk meneruskan karirnya di Formula 1. Walaupun timnya saat ini, BMW Sauber, telah selamat dari kemungkinan gulung tikar karena sudah dibeli sebuah perusahaan asal Swiss, tapi nasib dia dan Nick Heidfeld belum jelas.

"Belum ada indikasi yang jelas saya akan ke mana. Tapi pastinya saya berharap bisa membuat keputusan final sesegera mungkin. Jadi saya bisa tahu harus ke mana dan membalap untuk tim apa," tutur Kubica yang mengaku masih mendiskusikan kontraknya dengan BMW-Sauber.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gosip yang beredar sejak bulan lalu adalah Kubica diminati Renault. Ia akan dijadikan tandem buat Fernando Alonso, sementara Jaime Alguersuari, yang akan tampil sampai akhir musim ini, akan dikembalikan fungsinya sebagai pembalap ketiga.

Masalahnya, Renault sedang dalam bahaya menyusul terkuaknya skandal pengaturan balapan di GP Singapura 2008. Walaupun petinggi tim Flavio Briatore dan Pat Symond telah mundur, tapi hukuman berat tetap membayangi Renault. Skenario terburuk adalah mereka dicoret dari balapan musim depan.

"Ya dan tidak. Renault memang salah satu opsi. Tapi saat ini kita harus menunggu dan melihat apa keputusan (hearing dengan FIA di Paris hari Senin). Tapi Renault bukan satu-satunya pilihan. Masih ada beberapa yang lain," imbuh pria 24 tahun ini dikutip Autosport.

Selain Renault, tim lain yang konon mengincar Kubica adalah Williams. Ia diplot untuk mengisi tempat Nico Rosberg, yang kabarnya akan pindah ke Brawn GP tahun depan.

"Jujur saja, saya tidak ingin membicarakan tentang (Renault) ini, karena saya tidak terlibat. Saya tak punya informasi apa-apa. Yang saya tahu cuma dari pers. Jadi saya takkan berkomentar," pungkas Kubica. (a2s/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads