Penyelenggara Khawatirkan Kabut Asap

Jelang GP Singapura

Penyelenggara Khawatirkan Kabut Asap

- Sport
Sabtu, 19 Sep 2009 21:15 WIB
Penyelenggara Khawatirkan Kabut Asap
Singapura - Penyelenggara GP Singapura tak khawatir atas skandal Renault pada tahun lalu. Mereka justru lebih khawatir dengan gangguan kabut asap yang bisa mengancam jalannya lomba.

Skandal yang melibatkan Renault pada musim lalu memang sedang menjadi perhatian. Namun penyelenggara GP Singapura tak terlalu khawatir hal itu akan memberikan dampak negatif pada balapan akhir pekan nanti.

Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, S. Iswaran menegaskan bahwa dia yakin bahwa reputasi GP Singapura, dan juga balapan tidak akan terganggu karena apa yang terjadi di tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari apa yang saya tahu dari para pakar, ini hanya lebih mengenai taktik tim dan semacamnya, tidak ada komentar mengenai tempat. Oleh sebab itu saya pikir tak ada dampak khusus bagi Singapura," tegas Iswaran.

"Ini masalah antara FIA dan tim . Kami penyelenggara untuk balapan. Tugas kami memastikan memberikan pertunjukkan yang baik, sehingga penonton datang dan menikmatinya," ujarnya seperti dilansir Auto Sport.

Pihak penyelenggara mengaku bahwa mereka lebih khawatir dengan kabut asap yang datang dari dampak titik api di hutan di Kalimantan dan Sumatra. Serrta pengaruh El Nino yang membuat cuaca lebih panas dan lebih kering.

"Sebagai untuk perlombaan - keamanan dan dampak di atasnya (karena) kabut situasi – akan menjadi keputusan diambil oleh FIA, oleh sebab itu kami akan meninggalkannya di tangan baik mereka," katanya.

"Untuk balapan, keamanan dan dampaknya di atas (karena) situasi kabut asap, itu akan menjadi keputusan yang diambil oleh FIA. Sebab itu kami akan menyerahkannya di tangan baik mereka," ujar Iswaran.

Sementara jika kabut asap memang terjadi dan memperngaruhi balapan maka skenario yang paling buruk adalah balapan dihentikan. Hal itu tidak ubahnyaΒ  seperti hujan deras yang membuat balapan harus dihentikan.

"Skenario terburuk adalah jarak pandangan menjadi buruk dan ini mempengaruhi pembalap. Kami bicara sola keamanan dan usaha terakhir adalah menghentikan perlombaan," kata ketua Asosiasi Motorsport Singapura Tan Teng Lip. (key/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads