Soal pelayanan publik, apalagi ada event besar seperti F1, Singapura memang layak diacungi dua jempol. Terhitung pendatang baru sebagai tuan rumah dunia jet darat, mereka dapat banyak pujian usai sukses di tahun pertama lalu.
Salah satu hal yang bisa dirasakan, khususnya penonton asal Indonesia, soal pelayanan yang diterima adalah tiadanya calo tiket yang berkeliaran di sekitar pintu masuk. Kondisi ini jelas berbeda dibandingkan dengan di tanah air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemburu tiket yang keseluruhannya bule tersebut sepertinya terlambat melakukan pemesanan hingga tak dapat tiket di tempat yang diinginkan. Saat detiksport selesai mengikuti rangkaian free practice III dan kualifikasi, Sabtu (26/9/200), sekitar 10 orang pemburu tiket berkeliaran di pintu keluar Gate 3 dan 7.
Seperti orang sedang merancu, salah satunya terus menanyakan tiket pada orang yang melintas di depannya. Sementara yang lain pun seperti tak mau kalah, meski beberapa di antaranya ada yang bersikap lebih sopan.
Penawaran yang diajukan pemburu tiket itu sesungguhnya sangat menarik. Mereka ada yang menjanjikan membeli dengan harga dua kali lipat dari harga normal.
Namun rayuan tersebut sepertinya tak menggoyangkan hati penggila F1 karena hingga beberapa menit tak ada yang meladeni pria-pria yang sebagian besar bertubuh tambun itu.
"Wah, lumayan tuh bisa balik modal," kelakar salah seorang teman seperjalanan detiksport yang luput "diinterogasi "pasukan pemburu tiket tersebut sambil disambut tawa beberapa rekan lainnya.
(din/a2s)











































