Setelah bertemu dengan rekan Brasil-nya Nelson Piquet Junior di trek karting Granja Viana dekat Sao Paulo, Massa mengatakan kepada stasiun televisi Globo bahwa hasil balapan di Singapura pasti berubah jika Piquet tidak menabrakkan mobilnya ke dinding sirkuit.
Pembalap Ferrari itu tidak memperoleh angka dari balapan itu walaupun memegang pole position. Insiden Piquet membuat Safety Car keluar, sebagian besar driver masuk pitstop, dan di akhir lomba Fernando Alonso menjadi pemenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua yang terjadi itu adala perampokan. Tapi karena balapan sudah terjadi, hasilnya tetap sama. Ini tidak benar. Perampokan itu telah mengubah kompetisi. Aku kalah satu poin," demikian Massa, yang tengah memulihkan kondisinya pasca cedera di GP Hongaria akhir Juli lalu.
Dari skandal itu Renault baru dijatuhi hukuman kalau melakukan pelanggaran serupa dalam dua tahun depan. Piquet diberi kekebalan hukum atas pengakuannya, sedangkan mantan bos tim Flavio Briatore didepak dari Formula 1 selamanya.
Atas sanksi-sanksi itu Massa tidak merasa puas. Ia pun membandingkannya dengan sepakbola, di mana jika ada skandal di sebuah pertandingan, semua hal bisa dianulir.
"Tim yang bertanggung jawab didegradasi," cetusnya seperti dilansir Reuters, Jumat (2/10/2009). "Di sini mereka cuma memulangkan Briatore. Aku tidak memahami hal ini dan menurutku ini tidak benar." (a2s/roz)











































