Dua seri tersisa dengan tiga kandidat juara dunia. Itulah peta persaingan di kompetisi jet darat musim ini. Button memimpin (poin 85), Barrichello menguntit (poin 71) dan Vettel terus mengintip peluang (poin 69).
Secara matematis kans Button merupakan yang paling besar, sebab finis ketiga di seri selanjutnya sudah cukup membawanya menjadi juara dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"GP Brasil merupakan balapan kandang untuk saya. Jadi saya akan sangat gembira bila bisa menang di sana dan terus menghidupkan peluang juara," ujar Barrichello seperti dikutip dari Autosport.
Di GP Jepang, Barrichello mengeluhkan penampilan dari mobil Brawn yang ia kendarai. Ia mengaku mengalami masalah soal ban. Meski begitu ia bisa finis ketujuh, lebih baik satu tingkat daripada Button.
"Saya senang bisa terus berada di depan Butto. Sayang performa mobil memaksa saya harus bekerja keras dan itu membuat saya lambat. Andai tidak ada safety car, saya juga mungkin bisa finis posisi keenam. Yah, ini hasil yang terbaik yang bisa saya petik di sini," tuntasnya.Β
Meski percaya diri, namun hasil yang ditorehkan Barrichello di Interlagos kurang memuaskan. Dalam tiga gelaran terakhir, ia finis ketujuh (tahun 2006), gagal finis (2007) dan mengakhiri balap di urutan ke-15 (2008). (nar/nar)











































