Kesempatan Hamilton untuk menjadi juara dunia sudah habis. Pembalap McLaren itu kini terkunci di peringkat keenam klasemen sementara dengan poin 43.
Dengan dua balapan tersisa Hamilton sudah tidak mungkin mengejar pemimpin klasemen sementara yakni Jenson Button yang memiliki poin 85. Ada pun Button kini tengah bersaing dengan Rubens Barrichello (poin 71) dan Sebastian Vettel (poin 69).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Hamilton kemenangan memang bisa untuk menjaga nama baiknya. Tetapi bila Hamilton mampu meneruskan hasil positif, maka pembalap berusia 24 tahun tersebut bisa menjadi salah satu faktor penentu siapa penerus tahta-nya.
"Lewis pernah mengalahkan Jenson empat kali, sementara Rubens dan Sebastian masing-masing tiga kali," demikian tukas bos Mercedes Norbert Haug seperti dikutip dari The Sun.
Dalam enam balapan terakhir, penampilan Hamilton bisa dikatakan bagus. Ia empat kali naik podium, dua di antaranya juara, serta hanya dua kali kehilangan poin.
"Di enam balapan terakhir Lewis berhasil mendapat 34 poin. Sementara Rubens 27, Sebastian 22, dan Jenson 17 atau separuh dari poin yang didapat Lewis," lanjut Haug.
Berkaca dari penampilan tersebut, maka sang juara dunia musim lalu bisa "menentukan" siapa yang bakal menggantikan posisinya di tahta juara.
"Meski ada selisih 16 poin antara Jenson (Button) dan Sebastian (Vettel), namun kompetisi masih belum mendekati kata akhir," tuntas Haug.
Akankah Hamilton menobatkan "putra mahkota"-nya di GP Brasil akhir pekan ini?
(nar/din)











































