Setelah melalui sesi kualifikasi yang berkali-kali terganggu oleh hujan, Minggu (18/10/2009) dinihari WIB, Barrichello berhak atas posisi start terdepan. Inilah pole pertama Barrichello sejak tahun 2004; pertama dalam 88 balapan terakhirnya.
"Saya sangat senang, itu kualifikasi yang hebat. Mungkin kami punya bahan bakar lebih sedikit, tapi jelas lebih baik start di depan dan mendikte ritme daripada terjebak di barisan tengah," girang Barrichello seperti dilansir Autosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barrichello yang saat ini tengah bersaing dengan rekannya di Brawn GP, Jenson Button, untuk memperebutkan titel juara dunia, dipastikan tersenyum kian lebar saat melihat Button harus start dari posisi 14.
Saat ini, Barrichello tertinggal 14 angka dari Button di klasemen dengan dua seri tersisa. Barrichello tentu mengejar kemenangan; sembari berharap Button hanya meraih poin minimal atau sama sekali tidak memetik angka. Bila skenario itu berjalan, pertarungan dapat 'diperpanjang' sampai seri terakhir di Abu Dhabi.
"Ini waktu yang spesial. Rasanya hebat saat membalap dengan keseimbangan, tak peduli saat basah atau kering, ngebut saja. Ada banyak strategi, Anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi," kata Barrichello.
"Mobil saya kompetitif, saya tahu itu, seperti saya bilang. Kaki saya tetap berada di tanah karena saya belum memenangi apa pun. Hari ini, saya membalap dengan fantastis. Saya akan tidur malam ini, tapi akan mempersiapkan segalanya untuk besok," tegasnya.
(arp/roz)











































