Briatore mengambil aksi tersebut ke pengadilan di Paris, kota di mana FIA pada bulan lalu membuat keputusan-keputusan seputar skandal pengaturan balapan oleh Renault pada GP Singapura 2008.
Menurut juru bicara pengadilan, pria Italia itu mengatakan bahwa skorsing seumur hidup yang ditimpakan kepadanya merupakan sebuah "kemustahilan yang legal". Demikian dilansir Reuters, Senin (19/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skandal yang dimaksud adalah ketika Renault menyuruh pembalapnya, Nelson Piquet Jr., untuk menabrakkan mobilnya ke dinding sirkuit untuk mengeluarkan safety car. Dari itu Fernando Alonso memperoleh keuntungan dan kemudian menjadi juara.
Renault dihukum percobaan dua tahun, yang jika dalam kurun waktu itu melakukan pelanggaran lagi, mereka akan dicoret dari F1. Eks kepala insinyur tim, Pat Symond, dicekal selama lima tahun, sedangkan Piquet diberi kekebalan karena membuat pengakuan bersalah. (a2s/mrp)











































