Button mengunci titel 2009 meski hanya finis di posisi lima di GP Brasil yang berlangsung Senin (19/10/2009) dinihari WIB. Pasalnya, dua rivalnya, Rubens Barrichello dan Sebastian Vettel, memetik hasil buruk.
Seperti cerita dongeng, karena pada awal tahun, Button bahkan belum tahu apakah ia masih bisa membalap di F1 atau tidak karena timnya saat itu, Honda, mengundurkan diri karena kesulitan keuangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak tahu apa yang ada di balik tikungan, apa yang terjadi saat kita sedang berjalan ke pintu. Saya tak tahu ada apa di balik fakta dia juara dunia. Ini sangat aneh karena dia itu anak saya. Akhir cerita."
Masa-masa saat Honda mengundurkan diri adalah periode gelap bagi Button. Saat itulah, John berperan sebagai seorang ayah yang bijak dengan membesarkan hati sang anak.
"Musim dingin yang buruk. Di depan Jenson saya selalu positif, tapi di belakangnya saya sangat takut semuanya akan berakhir. Tapi dia masih muda dan saya pikir, apa yang bisa saya lakukan bersamanya. Yang dia tahu cuma membalap," kata John.
"Tapi dia selalu memelihara keyakinannya. Saya tak mengerti, tapi dia benar. Itu berhasil dan dia tiba-tiba sudah melakukan tes di Barcelona. Dia keluar dari mobil dan bilang, 'wow'. Dan di sinilah kita sekarang," tutup John mengenang.
(arp/nar)











































