Seusai memastikan raihan gelar itu di Sirkuit Interlagos, Minggu (18/10/2009), Button lalu pulang ke hotel. Di sana, ia menikmati kemenangannya sendirian hingga terjaga sampai larut.
"Saya terbangun sampai jam 4 (pagi waktu lokal), cuma tidur-tiduran di tempat tidur dengan senyum terkembang lebar di wajah saya," ujar Button di hotelnya pada Senin (19/10) seperti dilansir Autosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menghabiskan waktu untuk diri saya, rileks dan berpikir tentang apa yang telah saya capai. Itu adalah tempat terbaik buat saya," cetus sang juara dunia lagi.
"Saya cuma tidur selama tiga jam. Saya tidak bisa tidur lebih lama lagi. Saya cuma ingin terjaga agar bisa menikmatinya. Saya terbangun tiap jam masih dengan senyum di wajah," papar Button.
Button juga mengungkapkan bahwa seusai balapan, ia mencubit lengan dengan race engineernya, Andrew Shovlin, dan kemudian tangannya sendiri demi memastikan bahwa yang mereka alami bukanlah mimpi.
"Dia memekik seperti cewek. Dia lalu bertanya, itu (cubitan) buat apa? Saya bilang, 'Shov, aku cuma ingin memastikan kamu terbangun'. Saya harus memastikan bahwa saya juga bangun, jadi saya mencubiti tangan saya sendiri," pungkas Button riang.
(arp/key)











































