Membalap di siang hari hal biasa, dan berlomba di malam hari pun mulai biasa dilakoni para pembalap jet darat karena sudah dua kali melakukannya di Singapura.
Namun, akhir pekan ini akan ada pengalaman baru untuk pembalap dan penikmat F1. Akan ada paduan penerangan keduamatahari dengan cahaya buatan dalam satu balapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetap bukan itu saja yang membuat para driver harus waspada. Dengan disain mirip GP Monaco, Yas Marina memiliki tipe lintasan yang dapat menyulitkan pembalap.
Setidaknya itu yang dituturkan oleh mantan pembalap, David Coulthard yang pada awal bulan ini melakukan uji lintasan dengan menggunakan mobil dua kokpit untuk membawa reporter melintas di trek tersebut.
"Terdapat banyak tantangan di lintasan ini. Ini lebih sulit dipelajari daripada Turki, Bahrain atau Shanghai," tandasnya di Reuters.
"Kejutan besar yang pertama adalah trek ini benar-benar terasa seperti sirkuit jaanan. Saya pikir akan ada beberapa pembalap yang akan mengatakan 'ini sedikit lebih ketat'."
Pria yang di musim lalu memutuskan pensiun sebagai pembalap ini juga menggarisbawahi bahwa para driver harus hati-hati terkait dengan perubahan penerangan di tengah-tengah lintasan balapan.
"Tidak perlu ditanyakan lagi soal lebih sulitnya membalap di malam hari. Hal ini jelas akan menghambat karena Anda akan start dengan cahayaΒ terang di mana-mana dan kemudian berangsur-angsur menjadi cahaya yang lebih gelap," tuntasnya.
(a2s/krs)











































