Yas Marinas bukan sirkuit pertama yang berada di wilayah Timur Tengah karena F1 sudah beberapa tahun ini mampir ke sana dan mentas di GP Bahrain. Tapi sirkuit sepanjang 5,554 km sama sekali beda dengan saudara tuanya, Yas Marina lebih mengadaptasi GP Singapura yang dipadukan dengan GP Monaco.
Nuansa GP Singapura akan terlihat karena balapan akan digelar senja hari waktu setempat. Lampu start akan dinyalakan saat matahari masih bersinar, sementara bendera finis dikibarkan dalam kondisi lintasan diterangi cahaya lampu, seperti yang jadi cirikhas GP Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama seperti banyak sirkuit modern yang jadi tuan rumah F1 saat ini, Yas Marina juga dirancang oleh Hermann Tilke. Orang Jerman itu sebelumnya dikenal sebagai otak di belakang pembangunan sirkuit Malaysia, Bahrain, China, Istanbul dan Valencia.
GP Abu Dhabi rencananya akan dilangsungkan sepanjang 55 putaran di atas lintasan sepanjang 5,5 km. Sirkuit tersebut terdiri dari 12 tikungan dan dua lintasan lurus yang cukup lebar, termasuk sebuah bagian lintasan yang terletak di bawah bangunan hotel. Hal menarik lain dari sirkuit ini adalah jalur keluar pit yang melewati sebuah terowongan.
Sirkuit Yas Marina dibangun di atas sebuah pulau buatan bernama Yas Island. Di sekitar area sirkuit bisa ditemui beragam arena hiburan yang sangat megah. Selain sebuah taman bertema film kepunyaan Warner Bros yang bernama Warner Bros Movie World, ada juga Ferrari theme park, water park, lapangan golf dan beragam fasilitas eksklusif lainnya.
Dengan luar seluruh komplek mencapai 161,9 hektar, Yas Marina mampu menampung 41.093 penonton. Demikian dikutip dari Wikipedia dan The National.
Seperti Bahrain, tantangan yang akan ditemui pembalap masih sama yakni pasir yang tertiup angin ke dalam lintasan. Disebutkan juga kalau di bulan November kabut terkadang turun yang akan membuat jarak pandang pembalap menjadi sangat terbatas.
(din/roz)











































