"Pihak perusahaan memutuskan untuk mendistribusi ulang sumber daya yang dimiliki sebagai bagian dari perubahan strategi bisnis," ungkap Manajer Publik Relation, Kaoru Tomizawa seperti diberitakan Reuters.
Bridgestone menjadi suplier ban tunggal F1 sejak tahun 2007. Dalam beberapa tahun sebelumnya mereka kerap bersaing dengan Michellin sebelum pabrikan asal Prancis itu mundur menyusul regulasi FIA soal penggunaan ban tunggal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu Bridgeston menolak anggapan kalau krisis ekonomi global jadi satu-satunya alasan mereka tak memperpanjang kesepakatan yang memang berakhir di penghujung musim 2010 itu.
"Kolaborasi dengan F1 telah berkontribusi terhadap pengenalan produk kami serta pemahaman soal Bridgestone sebagai pemimpin di industri ban dunia. Setelah mendapatkan tujuan tersebut, Bridgestone kini berkeinginan untuk membawa kemajuan teknologi yang dimiliki dan pengembangan brand ke tahap berikutnya."
"Kami masih punya satu tahun tersisa di F1 jadi tak ada keputusan finansial dibuat terkait pengaruhnya pada karyawan. Tapi kami ingin menghormati kontribusi yang sudah mereka berikan sebelum memutuskan hal itu," pungkas Tomizawa.
Bridgestone mulai terjun di F1 sejak musim 1997. Bulan lalu mereka mengumumkan penutupan pabrik di Australia dan Selandia Baru.
(din/mrp)











































