Mercedes, bersama dengan Aabar Investments PJSC, resmi mengambil alih Brawn GP setelah membeli 75,1 persen saham dari pemilik lama. Selanjutnya, Brawn GP akan berganti nama jadi Mercedes GP.
Selama ini, pembalap Inggris tersebut tengah menjalin negosiasi dengan Brawn mengenai perpanjangan kontraknya. Posisi Button tidak jadi lebih baik meski petinggi Mercedes GP menyatakan ingin mempertahankannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin Jenson bertahan, tapi kami tahu F1 tidak terpisahkan dari dunia luar. Kami harus bekerja dengan budget yang ada. Bila kami sudah menganggarkan untuk pos tertentu, kami tidak bisa membelanjakannya di pos lain," urai Fry.
Persoalan yang mengganjal Button dan Brawn selama ini memang di masalah gaji. Brawn tampaknya keberatan dengan permintaan kenaikan gaji Button setelah pembalap 29 tahun itu jadi juara dunia.
"Kami telah berdiskusi dengan Jenson tentang gaji yang masuk akal dan tampaknya posisi itu belum akan berubah," tegas Fry.
Negosiasi yang tak lancar dengan Brawn, apalagi dengan pergantian pemilik, membuat Button mulai berpaling melirik opsi lain. Belakangan, Button disinyalir merapat ke kubu McLaren.
(arp/key)











































