Tiga tahun memperkuat Ferrari, Kimi tersingkir karena The Prancing Horse menggamit Fernando Alonso. Sempat ramai diberitakan akan ke McLaren, ternyata Silver Arrows malah memilih Jenson Button.
Kimi pun akhirnya memilih untuk rehat setahun seperti yang pernah dilakukan seniornya, Mika Hakkinen. Tapi kemudian muncul rumor bahwa Mercedes (dulu Brawn GP) menawarkan satu kursinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini Formula 1. Jika mereka bisa menawarkan atau meyakinkan kami, bahwa mereka bisa memberi kesempatan yang bisa membuat Kimi senang dan dia merasa bisa menang balapan dan juara dunia, maka kami tidak akan mengatakan tidak," kata Robertson kepada Autosport.
Skenario bagi Kimi memang agak rumit. Sebagai mantan juara dunia, pembalap Finlandia itu cuma ingin bergabung dengan tim yang kompetitif. Padahal, sudah banyak tim papan atas yang telah menentukan pembalapnya.
"Tidak banyak tim yang menarik bagi Kimi karena dia selalu jujur saat mengatakan bahwa dia mau mobil yang kompetitif untuk menang. Dia tidak tertarik pada uang," urai Robertson.
"Tentu saja, uang adalah bagian dari itu. Tapi Kimi tak butuh uang itu. Dia ingin mobil yang bisa membuatnya memperlihatkan bakatnya. Tahun ini, dia sangat frustrasi karena dia tidak bisa menang lebih banyak dan tak bisa menantang juara dunia."
"Saat Anda telah berada di F1 selama sembilan tahun dan telah jadi juara dunia, maka yang Anda butuhkan adalah tantangan. Dan buat Kimi, tantangan itu adalah menjuarai balapan dan jadi juara dunia lagi," pungkas Robertson.
(arp/krs)











































