De La Rosa sempa dikaitkan dengan tim pendatang baru, Campos Meta. Namun harapan untuk pembalap 38 tahun itu mengecil karena bos tim, Adrian Campos, mengaku sulit mencari sponsor asal Spanyol sebagai pendukung.
Setelah rumor dengan Campos meredup, De La Rosa lalu dihubungkan dengan tim US F1 setelah tim asal AS menyatakan akan menempatkan markas Eropanya di Sirkuit Motorland Aragon di Spanyol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak tahu apa yang akan terjadi setelah itu. Saya tak tahu di tim apa saya akan membalap atau dalam kapasitas apa peran saya di sana," imbuh De La Rosa.
De La Rosa terakhir kali turun sebagai pembalap reguler pada tahun 2006. Ia membalap di delapan seri terakhir setelah tim asal Woking itu tidak lagi diperkuat Juan Pablo Montoya.
"Saya bisa saja bertahan di McLaren sebagai pembalap cadangan, dan bisa juga saya melakukan itu dengan tetap membalap untuk tim lain. Atau bahkan saya cuma membalap untuk tim lain. Saya tak tahu," ujar De La Rosa.
De La Rosa sebenarnya memiliki kemampuan cukup mumpuni. Dalam delapan seri sebagai pengganti di McLaren, ia meraup 19 angka. Rindu membalap, De La Rosa siap melakukan segalanya.
"Ada beberapa opsi dan apa pun yang saya lakukan, semua harus mengerti bahwa saya mencoba segalanya agar bisa kembali ke F1," tekad De La Rosa.
(arp/key)











































