Kisah Button musim lalu bak sebuah drama. Sempat nyaris tak bisa membalap di awal musim, dia lantas bukan hanya bisa membalap lagi tapi bahkan jadi juara dunia F1, sebuah kebanggaan tertinggi untuk seorang pembalap 'Jet Darat'.
Β
Usai sampai ke "puncak", Button rupanya butuh tantangan baru. Maka dari itu dia pun menuju McLaren untuk berpasangan dengan sesama pembalap Inggris Lewis Hamilton.
"Itu sesuatu yang aku rasa perlu dilakukan dalam karirku. Semuanya selalu ditujukan untuk memenangi kejuaraan dunia sebagaimana mestinya dengan Honda atau Brawn, kami sudah mencapai itu di tahun 2009," urai Button di Autosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, Button dengan diplomatis menyatakan bahwa sebuah kisah, bahkan yang terindah pun, pada akhirnya akan berakhir. Itulah yang terjadi antara dirinya dan Brawn GP.
"Aku sangat antusias (dengan masa depan), tapi juga sedih meninggalkan sebuah tim yang sudah sangat dekat denganku selama tujuh tahun. Tapi semua hal bagus akan tetap berakhir dan kami mengakhirinya di puncak," lugas Button.
(krs/key)











































