Review GP Bahrain
BAR Melesat, McLaren Terdesak
Senin, 05 Apr 2004 08:43 WIB
Jakarta - BAR-Honda, Jenson Button, dan Takuma Sato sedang menikmati masa-masa indahnya. Performa mereka bisa membuat orang semakin menyepelekan McLaren yang terus memble.Inilah catatan ringkas tentang hasil GP Bahrain yang digelar di sirkuit Sakhir, Minggu (4/4/2004). Sukses Michael Schumacher dan Rubens Barichello dalam payung Ferrari adalah sesuatu yang βtidak istimewaβ karena mereka masih teramat digjaya buat lawan-lawannya.FERRARI (Schumacher posisi 1, Rubens Barrichello 2)Entah dengan cara apa tim scuderia bisa ditaklukkan. Di Australia kemenangan mereka dianggap karena suhu udara bersahabat dengan Bridgestone. Tapi faktanya, di Malaysia dan Bahrain, yang cuacanya lebih panas, skenario Bridgestone bakal dikalahkan Michelin ternyata tidak terbukti. Kita pun sudah harus jujur untuk mengakui (dan menerima!) superioritas mereka. WILLIAMS (Ralf Schumacher 7, Juan Pablo Montoya 13)Lebih disibukkan dengan konsistensi para pembalapnya ketimbang realisasi ambisi mereka mengejar Ferrari. Ralf Schumacher tampil agak ugal-ugalan dengan memepet Takuma Sato dan mengajak βduelβ Fernando Alonso dan Christian Klien. Tapi dia memang beruntung. Meski sempat melintir tertabrak Sato, ia bisa memungut dua poin. Juan Panlo Montoya terpaksa gigit jari karena bermasalah dengan gearbox-nya di lap-lap terakhir.BAR (Jenson Button 3, Takuma Sato 5)Prestasi terbaik bagi βSi Putihβ. Button, sama dengan dua minggu lalu, kembali naik podium ketiga β podium kedua dalam karirnya. Sato, yang pada debutnya dua musim lalu hanya memungut dua poin, langsung mengutip empat poin. Mobil 006 bermesin Honda RA 004E ini memang semakin menjanjikan dan patut diacungi jempol.RENAULT (Jarno Trulli 4, Fernando Alonso 6)Tim ini amat beruntung punya dua pembalap tangguh yang konsisten. Grafik Trulli menanjak dari posisi tujuh di Australia, lima di Malaysia, dan kini empat di Bahrain. Sayang, Fernando Alonso dua kali berturut-turut harus start di garis belakang. Meski demikian pemuda Spanyol ini memang luar biasa. Ia selalu bisa menyodok ke depan dan meraih poin. Di Sakhir ia juga sempat masuk pit stop lebih awal setelah hidung mobilnya rusak karena bersinggungan dengan seorang pembalap lain.JAGUAR (Mark Webber 8, Christian Klien 14)Setelah dua kali rontok dan tak mampu menyelesaikan lomba, akhirnya Webber bisa unjuk gigi. Satu poin sudah lumayan buat pembalap Australia ini, sementara Klien masih perlu banyak waktu untuk belajar dari partnernya itu.TOYOTA (Olivier Panis 9, Cristiano da Matta 10)Masih berkutat di papan tengah. Panis dan Da Matta sejauh ini masih bisa finish, sehingga letak permasalahan ada pada performa mobil. Team Princial Tsutomu Tomita pun mengakuinya. βTentu saja kami tidak puas dengan hasil di Bahrain ini. Tapi dengan penampilan mobil kami yang sekarang, kami memang tidak berada dalam posisi untuk menuai hasil yang lebih baik.βSAUBER (Giancarlo Fisichella 11, Felippe Massa 12)Duo Sauber mengalami balapan yang berat kali ini. Daya tahan mobil masih jadi kendala. Bahkan Massa menyebut tunggangannya punya vibrasi besar yang kemungkinan berasal dari ban. Fisichella mesti meminta kru di pit stop untuk mempercepat pekerjaan mereka.JORDAN (Nick Heidfeld 15, Giorgio Pantano 16) Boleh dibilang sudah sah untuk disebut tim tergurem kedua setelah Minardi. Dari tiga seri tak satupun dari Heidfeld maupun Pantano berhasil menembus posisi 13 besar.MINARDI (Gianmaria Bruni 17, Zsolt Baumgartner out)Sebuah revisi strategi pit-stop yang lumayan bagi tim sekelas Minardi. Bruni berhenti dua kali untuk mengisi bensin dan ganti ban. Ia berhasil menyelesaikan lomba meski tertinggal lima lap dan finish di urutan buncit. Baumgartner tampil kompetitif dengan kecepatan konsisten. Ketiga skedul pit-stop-nya berjalan lancar tapi sayang, usahanya terhenti di lap 46 karena masalah mesin. MCLAREN (David Coulthard out, Kimi Raikkonen out)Mimpi buruk David Coutlhard dan (terutama Kimi Raikkonen) berlanjut. Kimi untuk ketiga kalinya berturut-turut gagal finish karena kerusakan teknis. Kali ini mobilnya sampai mengeluarkan api yang cukup besar di lap ketujuh. Coulthard, yang rontok di delapan lap terakhir pun mengaku tidak akan puas meskipun bisa meraih satu poin. Bayangkan, dari tiga mobil yang gagal finish, dua di antaranya adalah MP4-19. Menyedihkan.Berita terkait:Schumi Belum Terbendung (a2s/)











































