Meski belum ada pernyataan resmi dari Bernie Ecclestone, penyelenggara GP Roma mengklaim sudah mencapai kesepakatan dengan supremo F1 itu untuk menggelar balapan jet darat. Tahun 2012 diyakini menjadi kesempatan pertama Ibukota Italia itu merasakan bisingnya deru mobil F1.
"Kini hanya sedikit orang yang menentangnya. Bahkan presiden (Ferrari, Luca di) Montezemolo mengubah pikirannya setelah melihat detil proyek yang sedang dikerjakan. Balapan di Roma akan dilangsungkan di jalanan karena jalanan di negara Uni Eropa lebar dan memungkinkan untuk menjamin keselamatan standar tinggi," ungkap Organiser GP Roma, Maurizio Flammini, seperti diberitakan Autosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami pikir GP Roma sangat penting dan kami mengharapkannya. Itu bukan sebuah alternatif di samping Monza, itu (berfungsi) sebagai pelengkap," ungkap Walikota Roma, Gianni Alemanno.
Namun begitu, keinginan Roma menggelar F1 ternyata tetap dapat tentangan dari pihak Monza. Mungkin merasa eksistensinya terancam, mereka megkritik rencana menggelar balapan di jalanan ibukota tersebut sebagai sebuah arogansi.
"Ini adalah tindakan terkini dari sebuah arogansi dari ibukota yang parasit yang sudah bertahan selama 2.000 tahun dengan cara mencuri oksigen dari kota lain," ketus Walikota Monza, Marco Mariani pada Gazzetta.
Presiden Propinsi Monza, Dario Allevi, juga mengecam rencana menggelar balapan jalanan tersebut. "Ini bukan kali pertama Flammini berbohong untuk keperluan propaganda," seru Allevi.
Mendapat serangan tak mengenakkan, Flamini melancarkan pembelaan. Pria yang juga menjadi bos World Superbike menyangkal dengan menyebut kalau hubungannya dengan Monza berjalan baik.
"Saya tak butuh propaganda. Kerja keras saya selama 30 tahun menunjukkan apa yang bisa saya kerjakan. Kami membangun World Superbike dari nol. Kami punya hubungan yang baik dengan Sirkuit Monza, di mana Superbike telah membalap selama 20 tahun. (din/nar)











































