Schumi pertama kali bertemu Brawn di tim Benetton pada tahun 1991. Brawn yang sebelumnya juga pernah bekerja untuk Williams dan Arrows menjadi bagian dari kesuksesan Schumi dalam menjadi juara dunia 1994 dan 1995.
Pembalap yang dikenal sebagai rainmaster itu kemudian pindah ke Ferrari pada tahun 1996 dan Brawn lalu menyusul di akhir tahun yang sama. Cerita selanjutnya, Brawn dan Schumi lagi-lagi menorehkan beberapa gelar juara dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Titel tersebut menjadi awal dari rentetan lima gelar beruntun untuk pembalap asal Jerman tersebut. Pada akhir musim 2006, Schumi pensiun dari trek balap jet darat. Brawn pun rehat dari dunia yang sama.
Setahun berselang Brawn kembali. Kali ini ia menjadi team principal untuk Honda F1. Tim tersebut kemudian gulung tikar pada akhir tahun 2008, membuat Brawn kemudian berusaha mati-matian untuk membentuk tim baru.
Tim baru itu pun lahir dengan nama Brawn GP. Dan seperti yang sudah diketahui oleh semua penikmat Formula 1, Brawn GP tampil dominan sepanjang musim. Mereka keluar sebagai juara dunia konstruktor dan pembalap mereka, Jenson Button, menjadi juara dunia pembalap.
Brawn GP kemudian berubah nama menjadi Mercedes GP di akhir tahun 2009 dan akan memakai nama tersebut pada balapan tahun 2010. Button sudah tak ada. Pembalap asal Inggris itu memutuskan untuk bergabung dengan McLaren. Sementara rekan setimnya musim lalu, Rubens Barrichello, hijrah ke Williams.
Kekosongan kursi pembalap tersebut lalu diisi oleh Nico Rosberg, sementara satu tempat lainnya dikabarkan sudah diisi oleh Schumi. Jika resmi, maka inilah comeback juara dunia tujuh kali itu. Terakhir kali ia membalap adalah pada GP Brasil 2006.
Lebih penting lagi, ini akan menjadi ajang reuni Schumi dan Brawn. Bisakah mereka mengulang cerita manis seperti di masa lalu? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
(roz/a2s)











































