Renault Belum akan Bangkit di 2010

Renault Belum akan Bangkit di 2010

- Sport
Sabtu, 02 Jan 2010 11:31 WIB
Renault Belum akan Bangkit di 2010
Enstone - Musim 2009 bisa dibilang bukan musim menyenangankan untuk Renault. Sudah prestasi pas-pasan, mereka pun juga tersandung skandal. Lalu, akankah mereka bangkit di 2010? Jawabannya, belum.

Renault pernah menjadi salah satu tim raksasa di F1 ketika mereka mengantarkan Fernando Alonso menjadi juara dunia pada tahun 2005 dan 2006. Pada dua musim berturut-turut itu pula mereka juga menjadi juara dunia untuk konstruktor.

Namun, prestasi mereka setelahnya merosot. Setelah hanya menempati urutan tiga dan empat klasemen akhir konstruktor pada 2007 dan 2008, musim lalu mereka hanya finis di posisi delapan. Belum lagi, masalah terungkapnya skandal GP Singapura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka terbukti mengatur hasil balapan malam yang berlangsung tahun 2008 tersebut, di mana Alonso menjadi juaranya. Alhasil dua petinggi mereka, Flavio Briatore dan Pat Symmonds, pun mengundurkan diri. Beruntung bagi Renault, mereka tak langsung didiskualifikasi dari F1.

Toh demikian, bukan berarti skandal tersebut tak punya dampak negatif sama sekali. Imbas lain yang menimpa Renault adalah perginya beberapa sponsor mereka.

Menyambut musim 2010, Renault pun mulai membangun diri dari sisa-sisa kekuatan yang mereka miliki. Tetapi harapan mereka bakal langsung bangkit tampaknya belum akan terwujud, kecuali pada tahun 2011.

"Target realistis kami adalah membangun diri untuk tahun 2011 dan menjadi kompetitor untuk juara. Tetapi kami juga memiliki ekspektasi realistis untuk tahun 2010," ujar Bob Bell, orang yang sementara menjadi team principal, seperti dilansir Autosport.

"Kami tak akan membuat mobil yang akan langsung membuat kami berada di depan karena F1 sangat kompetitif. Tetapi kami memiliki tujuan di 2010, yakni untuk tetap berada di depan dan menjadi penantang untuk masuk posisi tiga besar," tukasnya.

Menyambut musim 2010, Renault yang baru saja menjual beberapa persen sahamnya kepada Genii Capital--sebuah perusahaan besar asal Luksemburg--, baru memiliki satu pembalap, yakni Robert Kubica. Satu kursi lagi masih lowong dan belum diketahui siapa yang bakal menempatinya.

(roz/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads