'Agar Balapan Seru, Ubah Desain Sirkuit'

'Agar Balapan Seru, Ubah Desain Sirkuit'

- Sport
Minggu, 03 Jan 2010 13:04 WIB
Agar Balapan Seru, Ubah Desain Sirkuit
Jakarta - Sirkuit yang digunakan untuk balapan jet darat dinilai kurang mendukung untuk balapan yang seru. Selanjutnya muncul usulan untuk mengubah desain sirkuit.

Dalam beberapa tahun terakhir F1 telah berusaha untuk membuat balapan semakin seru. Beberapa di antaranya adalah penetapan regulasi soal pembatasan anggaran agar tidak ada jarak yang terlalu jauh dengan tim besar dengan tim kecil, pembatasan jumlah mesin, ban, dan sebagainya.

Bila dilihat dari ukuran juara dunia, regulasi tersebut bisa dikatakan berhasil. Dalam tiga musim terakhir, muncul tiga pembalap dari tiga tim berbeda yang menjadi raja dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang paling fenomoenal boleh jadi tahun 2009, di mana juara dunia adalah Jenson Button yang berasal dari tim anyar BrawnGP.

Meski begitu, masih ada satu faktor lagi yang belum disentuh oleh perubahan yakni sirkuit. Lintasan-lintasan balap yang digunakan selama ini dinilai kurang mendukung untuk tersajinya balapan seru.

"Misal dalam setahun balapan digelar di 18 sirkuit dan total ada 350 tikungan. Namun 90 persen aksi salip-menyalip hanya terjadi di sepuluh tikungan," demikian analsisis team principal McLaren Martin Whitmarsh seperti dilansir dari itv-f1.

"Fakta tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa aksi saling mendahului sangat bergantung pada desain sirkuit," lanjutnya.

Masalah sirkuit juga menjadi sorotan dari tim-tim lain. "Satu hal yang belum disentuh sejauh ini adalah desain sirkuit. Anda harus bertanya pada diri sendiri. Mengapa kita harus membalap di sirkuit seperti Barcelona di mana tidak banyak aksi salip menyalip? Mengapa dengan mobil yang sama kita bisa melakukan salip-menyalip lebih banyak di Monza, Montreal, atau Hockenheim?" tukas tecnical chief Willims Sam Michael.

"Jawabannya terletak pada layout sirkuit. Desain sirkuit tidak cukup bagus mengkombinasikan tikungan lambat dan jalur lurus yang cepat. Ini merupakan situasi yang harus dipikirkan oleh FIA," lanjut Michael.

Masalah sirkuit merupakan aspek yang mendasar agar perlombaan jet darat menjadi semakin nikmat untuk disaksikan.

"Saya pikir sirkuit memberikan pengaruh yang sangat besar dan fundamental," kata kepala teknik Red Bull Adrian Newey kepada majalah Racecar Engineering.

"Namun hampir semua melupakan aspek sirkuit. Mereka berpikir bahwa lebih mudah untuk melakukan perubahan pada mobil dibanding sirkuit," papar Newey.

Masalah ini juga sudah dibicarakan FIA dengan menggelar diskuisi yang melibatkan peraih tujuh gelar juara dunia Michael Schumacher, desainer sirkuit Hermann Tike, dan desainer G-Force Nigel Bennett.

Bagaimana akhir dari persoalan ini? Waktu yang akan menjawabnya.


(nar/nar)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads