Raikkonen memulai karirnya di lintasan dengan terjun di karting.
Selanjutnya sejak tahun 2001 hingga 2009, Raikkonen menekuni F1. Di ajang jet darat ini, pembalap asal Finlandia tersebut memperoleh reputasi. Gelar juara dunia di tahun 2007 adalah bukti dari kualitasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di akhir musim 2009 Raikkonen memutuskan meninggalkan F1 dan banting setir ke dunia reli. Pria berusia 30 tahun itu bisa jadi meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya dengan "dendam". Itu terlihat dari ucapannya yang mencibir F1.
"Di F1 terlalu banyak sesuatu yang mengganggu balapan. Terlalu banyak hal-hal yang bersifat politis di F1. Tidak ada yang berani mengungkapkan pendapatnya, karena mereka takut hal itu merupakan pelanggaran," seru Raikkonen seperti dilansir dari The Sun.
Ia menilai bahwa dunia reli yang kini ditekuninya jauh lebih baik. "Atmosfer di reli jauh lebih baik. Di reli, performa pembalap menjadi faktor penting. Di reli, setiap tikungan dan setiap tanjakan bisa berbeda dibanding yang kita perkirakan. Ini yang membuat reli menarik."
"Menjadi juara dunia reli sangat lebih berarti dibanding jadi juara dunia F1. Saya harus belajar dengan keras, tapi saya memang ingin tantangan itu," tuntasnya.
Foto: Kimi Raikkonen ketika masih membalap di F1, memperkuat Ferrari. Foto diambil 30 Oktober 2009, menjelang GP Abu Dhabi (AFP)
(nar/key)











































