Sebagai langkah penghematan, tim-tim di F1 sebenarnya dilarang untuk melakukan tes pra-musim di luar Benua Eropa.
Meski begitu pihak Bahrain International Circuit (BIC) selaku pengelola sirkuit Sakhir mengatakan bahwa sejumlah tim tengah menjajaki kemungkinan melakukan tes pra-musim di negara Timur Tengah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang, melakukan tes di luar Eropa sekarang dilarang sebagai bagian dari langkah F1 dalam melakukan penghematan. Namun bila tim yang akan melakukan tes di sini mendapatkan izin dari rival-rival mereka, kami akan sangat gembira menyambutnya," lanjut Whitaker.
Bisa dimengerti apabila sejumlah tim berkeinginan melakukan pra-musim di sirkuit yang mulai menggelar F1 tahun 2004 itu. Pasalnya ini kali pertama musim dibuka di Bahrain. Masalah adaptasi terhadap cuaca dan suhu serta karakter sirkuit, menjadi alasan untuk hal tersebut.
Selain itu Bahrain juga memiliki sesuatu yang tidak dimiliki sirkuit-sirkuit di Eropa yang biasa dipakai untuk melakukan uji coba.
"Dalam konteks rentang waktu tes, tidak ada tempat lain selain di Bahrain yang memungkinkan tim untuk melakukan tes di sepanjang hari. Mereka bisa memulai tes sejak pukul 07:30 dan berakhir pada pukul 17:30. Selain itu suhu udara dan suhu lintasan di sini juga konstan," ujar Whitmaker.
"Ini tidak bisa didapat di Eropa, di mana biasanya tim harus menunggu cuaca membaik sehingga baru bisa mulai setidaknya pukul 11 siang. Selain itu kondisi cuaca di Eropa saat uji coba biasanya basah karena musim dingin," tuntasnya.
Ada pun agenda tes pra-musim sejauh ini bakal digelar mulai bulan depan di sirkuit Valencia, Jerez, dan Barcelona. Tim memiliki waktu dua pekan antara tes terakhir hingga balapan pertama. Ada kemungkinan bahwa Sirkuit Sakhir akan menggantikan satu dari tiga sirkuit tersebut.
Musim lalu Ferrari dan Toyota melakukan tes di Bahrain selama delapan hari. Namun program tersebut sempat terhenti selama beberapa hari akibat badai gurun.
(nar/nar)











































