Petinggi Ferrari Khawatirkan Dominasi Timnya
Rabu, 21 Apr 2004 07:10 WIB
Jakarta - Dominasi Ferrari di tiga seri terakhir ternyata tak hanya menjadi perhatian para pengamat Formula 1. Manajer teknik Ferrari, Ross Brawn, mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Ia mengungkapkan bahwa ia menyimpan kekhawatiran soal dominasi Ferrari. Michael Schumacher telah mengemas hat-trick di awal musim ini. Juara dunia enam kali itu memimpin sembilan angka dari rekan setimnya, Rubens Barrichello, dengan nilai sempurna 30. Tak hanya itu, Schumi juga membantu menempatkan timnya bertengger di posisi puncak klasemen konstruktor dengan angka 51. Dominasi pembalap asal Jerman itu telah menerbitkan kekhawatiran kalau musim ini akan mengulang sejarah musim 2002/03 lalu. Buntutnya tontotan F1 akan kehilangan penggemar, yang bosan karena dominasi satu orang. Tak ayal kemungkinan itu ternyata juga sangat dikhawatirkan oleh Brawn. Menurut pria asal Inggris itu, ia sangat menyayangkan kinerja tim lain yang tak mampu membuat mobilnya sekompetitif Ferrari. "Saya sangat paham situasinya. Sekarang dalam batin saya tengah berkecamuk konflik. Sebagai seorang yang bertanggung jawab terhadap mesin, saya harus mempersiapkan mobil dalam kondisi terbaik, namun saya melihat bahwa para kompetitor tak punya mobil yang mampu bersaing dengan kami. Saya sangat bersimpati dengan orang-orang yang bicara dominasi Ferrari tak baik untuk kelangsungan olahraga ini," ujar Brawn seperti dilansir Planet-F1, Rabu (21/4/2004). Salah satu faktor yang mendukung dominasi Ferrari seperti diakui Brawn adalah ketahanan mesin F2004. Menurutnya ketahanan mesin mobil memungkinan mereka untuk memiliki prioritas dalam menginstruksikan para pembalapnya agar menggeber mesin mobilnya kala berada di tempat terdepan. Gunanya untuk memperbesar gap waktu dengan mobil di belakang mereka. Oleh karena itu ia sangat menyarankan tim-tim agar sekompetitif Ferrari dengan cara meningkatkan ketahanan mesinnya. Begitu pun ia menyarankan agar mereka memiliki prioritas saat berada di tempat terdepan. "Tim lain tak punya prioritas, sedangkan bagi kami jika kami terdepan maka kami harus menjadi yang tercepat. Kalau anda tak mampu mencapai itu maka anda takkan bisa mengalahkan yang lain. Kompetitor kami harus mau mengambil resiko untuk meningkatkan kemampuan mesin dengan lebih cepat. Saya akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi mereka," lanjut Brawn. (mel/)











































