Jelang GP San Marino
Kimi Berharap Dukungan Tifosi
Jumat, 23 Apr 2004 07:11 WIB
Jakarta - Ternyata bukan sepakbola saja yang butuh tifosi (penggemar). Pembalap tim Formula 1 McLaren, Kimi Raikkonen, mengungkapkan bahwa ia akan menantikan bantuan tifosi untuk menorehkan hasil bagus di Imola. Tiga seri pembukaan balapan Formula 1 tahun ini dideskripsikan Raikkonen sebagai sebuah βstart yang tak ideal baginyaβ. Bagaimana tidak, runner-up musim lalu itu belum lagi menuai angka. Lebih parah lagi, ia belum sekalipun mampu melibas garis finish di tiga seri pembuka karena mesin MP4-19 nya selalu jebol di tengah lomba. Setelah bertualang ke benua Asia dan Australia, kini seri balapan akan kembali ke Eropa. Sirkuit Imola di Italia pun diharapkan menjadi awal bagi babak baru perjalanan Raikkonen. Pria asal Finlandia itu berharap bahwa suasana baru akan membawa nasib berbeda bagi timnya. Salah satu suasana yang dimaksudnya adalah dukungan para tifosi disini. βImola adalah sirkuit yang sangat bagus. Dukungan tifosi pun akan menambah semarak atmosfer dan antusiasme pertandingan,β ujar Raikkonen seperti dilansir Planet F-1, Jumat (23/4/2004). Entah lupa atau pe-de dengan banyaknya orang yang menggemari dia, pembalap berusia 25 tahun itu justru bakal menghadapi teror. Pasalnya Imola terkenal sebagai sarangnya tifosi rival berat McLaren, yaitu Ferrari. Penonton akan tumpah ruah di Rivazza, namun bubar kalau Ferrari kalah. Namun tifosi bukan satu-satunya antusiasme yang bakal dihadapi McLaren. Mereka bakal menghadapi karakter sirkuit yang berbeda dengan yang ada di tiga seri sebelumnya. Setelah menghadapi temperatur tinggi di tiga seri awal, kini mobil dihadapkan oleh suhu sejuk Eropa. Tak heran dua pemasok ban memutuskan untuk menyediakan ban soft untuk pertama kalinya. Meskipun Raikkonen dan McLaren belum tentu menghasilkan prestasi bagus disini, namun seperti ucapan rekan setimnya David Coulthard, Imola selalu menghadirkan tantangan-tantangan yang menarik untuk ditaklukkan. βSirkuit ini memiliki belokan-belokan yang luar biasa, termasuk Piratella dan Acque Minerali, meskipun sudah banyak revisi dilakukan terhadap sirkuit ini beberapa tahun terakhir, namun tetap kita akan menemukan tantangan secara teknis,β imbuh pembalap yang biasa disapa DC itu. (mel/)











































