Musim lalu Barrichello yang membela BrawnGP menjadi juara ketiga di akhir musim. Prestasi tersebut adalah yang terbaik bila dibanding empat musim sebelumnya, di mana Rubinho banyak finis di urutan tengah bahkan bawah.
Pencapaian pembalap berkebangsaan Brasil itu juga bisa dibilang spektakuler. Selain dilakukan bersama tim yang awalnya tak diunggulkan, Barrichello melakukannya di usia yang bisa dihitung veteran di dunia jet darat yakni 37 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hingga mendekati akhir musim lalu, Rubens Barrichello masih bersaing dalam perebutan gelar juara," kata mantan pembalap Ferrari pertengahan 1990-an itu, seperti dilansir dari Motorsport.
Alesi kemudian merujuk pada peristiwa di mana Barrichello dan Schumacher masih membela Ferrari. Ketika itu Rubinho selalu berada di bawah bayang-bayang Schumi.
Kini ketika sang "mantan ajudan" menunjukkan diri mampu mengukir torehan gemilang, Schumacher pun bisa jadi tersengat semangatnya. "Michael mungkin berkata pada dirinya sendiri: 'Bila co-pilotΒ saya saja bisa (berprestasi), saya pun seharusnya juga bisa'," tuntas Alesi.
Foto: Michael Schumacher dan Rubens Barrichello ketika masih sama-sama memperkuat Ferrari. Foto diambil Oktober 2005 di Ferrari Store, Shanghai, China (AFP/Mark Ralston)
(nar/key)











































