Jelang GP San Marino
BAR-Honda Menuai Hasil Kerja Keras
Minggu, 25 Apr 2004 07:24 WIB
Jakarta - Pole Position GP San Marino yang ditorehkan Jenson Button menjadi yang pertama dalam karir pembalap asal Inggris itu. Selain yang pertama bagi Button, start terdepan juga menjadi yang pertama bagi timnya. Inilah buah kerja keras tim mekanik BAR-Honda. Button menjadi yang tercepat dalam sesi kualifikasi Sabtu (24/4/2004) dengan catatan waktu 1:19.753 detik. Pembalap berusia 24 tahun itu berhasil mengalahkan juara dunia enam kali Michael Schumacher yang kali ini harus puas menguntit di posisi kedua. Catatan waktu Button sekaligus menjadi rekor lap tercepat dalam sejarah GP San Marino di sirkuit Enzo e Dino Ferrari tersebut. Lebih istimewa lagi, inilah pole position pertama dalam sejarah keiikutsertaan BAR-Honda di ajang Formula 1.Mengingat begitu banyak 'rekor' yang menyertai pencapaian Button, tak heran jika pembalap yang sudah dua musim membela BAR itu merasa sangat bahagia dan puas dengan hasil yang telah diperolehnya. "Untuk pertama kalinya dalam karir F1 saya, saya akan memulai start tanpa seorang pun di depan saya. Ini adalah momen yang fantastis dalam karir saya maupun karir tim. Sekarang saya sangat senang karena semua orang telah melihat kerja keras yang telah kami lakukan selama ini menuai hasil yang luar biasa," ujar Button seperti dilansir F1-racing, Minggu (25/4/2004). Tak salah jika Button menyebut pencapaian yang diperolehnya kali ini adalah berkat kerja keras tim. Sepanjang tiga seri yang telah digelar musim ini, BAR-Honda memang telah menunjukkan dirinya sebagai tim yang patut diperhitungkan. Bertengger di posisi tiga klasemen sementara kontruktor (bersama Williams), BAR juga mampu menempatkan Button di posisi tiga klasemen pembalap di bawah duo Ferrari. Keberhasilan tim yang dikepalai oleh David Richards itu sebenarnya sudah diperkirakan sejak sebelum kompetisi bergulir. Regulasi musim 2004, yang hanya membolehkan penggunaan satu mesin sepanjang seri, menuntut tim-tim Formula 1 mengubah rancangan mesinnya. Kini yang didewakan adalah ketahanan, bukan lagi kecepatan. Konsep ini juga dianut oleh tim BAR. Tim yang berdiri tahun 1997 itu pun merancang mesin mobilnya agar memiliki ketahanan yang maksimal. Beberapa perubahan lalu dilakukan. Mesin dibuat lebih kompak dengan bobot yang ringan dan bentuk yang lebih kecil dari generasi terdahulunya. Hasilnya, BAR006 dianggap menjadi mobil paling efisien dari sisi aerodinamika. Tak puas dengan dua podium berturut-turut yang ditorehkan Button di tiga seri pembuka, sebelum GP San Marino digelar, BAR memperkenalkan paket aerodinamika dan mesin bersama dengan pengembangan baru dari ban Michelin. Dengan paket aerodinamika baru ini, GP San Marino diharapkan dapat mempersembahkan podium pertama bagi BAR. Untuk sementara grid terdepan Button mampu menempatkan timnya di trek yang benar. Kini, seperti diungkapkan rekan Button, Takuma Sato, BAR diharapkan mampu mencapai hasil terbaik. Utamanya apa lagi kalau bukan finish satu-dua. "Paket terbaru kami telah bekerja dengan sangat baik. Oleh karena itu semua orang di tim BAR, Honda, dan Michelin, harus bangga dengan hasil yang telah kami torehkan disini. Saya senang sampai sejauh ini kami telah memiliki musim yang bagus, dan saya berharap mobil-mobil kami bisa finish satu-dua dalam balapan besok (hari ini)," imbuh Sato. Bisakah?. (mel/)











































