Barrichello pernah berada satu tim dengan Schumacher, yakni ketika sama-sama memperkuat Ferrari tahun 2000 hingga 2005.
Ketika itu Rubinho benar-benar berada di bawah bayang-bayang Schumi. Prestasi pembalap asal Brasil itu di tim Kuda Jingkrak pun tidak maksimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barrichello mengatakan bahwa menjadi rekan Schumacher adalah hal yang berat. "Berdasarkan apa yang saya tahu, dan melihat seberapa cepat Michael, maka akan sulit," tukas Barrichello seperti dilansir dari Sportinglife.
"Yah, (bila gagal bersaing) lebih baik pergi saja. Itu lah satu-satunya hal yang bisa saya katakan kepada Nico," seloroh pembalap yang musim ini memperkuat Williams itu.
Meski begitu Barrichello mengatakan dia hanya bercanda soal ucapannya. "Mungkin Anda bakal membaca di berita-berita besok pagi: 'Rubens sarankan Nico tinggalkan Mercedes'. Namun saya tidak bermaksud sekejam itu," kata pembalap berusia 37 tahun itu.
"Nico punya talenta luar biasa. Saya pikir dia merupakan pembalap berbakat yang bisa jadi juara dunia. Bila itu terjadi, yakni menjadi juara di tim yang sama dengan Michael, maka dia menjadi juara dunia di manapun," pungkas Barrichello.
(nar/arp)











































