Regulasi Baru, Tantangan Baru

Jelang F1 2010

Regulasi Baru, Tantangan Baru

- Sport
Selasa, 02 Mar 2010 13:08 WIB
Regulasi Baru, Tantangan Baru
Jakarta - Selalu ada saja perubahan regulasi di balapan F1 setiap musimnya. Untuk tahun 2010 ini, larangan refueling dan sistem poin baru (diharapkan) bakal membuat balapan makin menarik.

Ada banyak aturan baru yang dibuat FIA untuk musim balapan jet darat ke-61 yang digelar tahun 2010 ini. Namun dari beberapa regulasi anyar tersebut, yang paling menghebohkan dan bakal dengan signifikan mempengaruhi tontonan F1 adalah soal larangan pengisian bahan bakar dan sistem poin baru.

Refueling dan seluruh akstivitas di pit stop sedianya adalah salah satu bagian paling menarik dari pagelaran F1 sejak lama. Namun FIA dengan berani menghapuskan tontonan menarik itu mulai tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melarang mobil mengisi bahan bakar sepanjang balapan sesungguhnya bukan kali pertama diberlakukan, karena refueling sesungguhnya baru diperkenalkan kembali setelah musim 1993 silam. Namun tetap saja penerapannya musim ini mengundang perdebatan.

Lewis Hamilton misalnya, dia menyoroti bahaya yang harus ditanggung pembalap di musim ini. Membawa bahan bakar dalam kondisi full jelas menambah risiko buat driver, meski standar keamanan F1 sudah sangat tinggi. Daya tampung tanki bahan bakar mobil F1 kini meningkat dua kali lipat dari yang sebelumnya 120 liter menjadi 240 liter.

Perubahan signifikan lainnya adalah terkait perubahan sistem poin. Setelah sejak musim 2003 hanya delapan pembalap terdepan yang dapat poin (10, 8, 6, 5, 4, 3, 2 dan 1), mulai tahun ini 10 mobil yang pertama menyentuh garis finis akan dapat jatah angka (25, 18, 15, 12, 10, 8, 6, 4, 2 dan 1).

Sistem poin baru tersebut diharapkan akan membuat pembalap lebih terpacu untuk menang, dibanding sekadar bermain aman jika sudah dalam posisi memimpin di musim berjalan. Dengan kata lain perubahan sistem poin tersebut diharapkan membuat race demi race bertambah seru.

Setelah musim lalu memicu kontroversi, KERS tahun ini tak lagi diwajibkan dipakai oleh tim-tim yang berlaga. Namun FIA tak melarang jika ada pembalap atau tim yang ingin mengaplikasikan teknologi tersebut.

Menyusul bertambahnya jumlah tim yang berpartisipasi, perubahan juga terjadi di babak kualifikasi. Masih terbagi dalam tiga sesi, nantinya delapan tim akan out dari Q1 dan Q2, sementara 10 mobil terakhir akan berebut posisi pole di Q3. Sesi ketiga juga harus dijalankan oleh tim dengan membawa jumlah bahan bakar minimum.

Berikut beberapa perubahan regulasi untuk musim 2010:
* Untuk kali pertama sejak 1993, refuelling dilarang dilakukan oleh semua tim
* FOTA menyepakati untuk tak lagi mewajibkan penggunaan KERS di 2010
* Ukuran ban depan berubah dari yang sebelumnya 270mm menjadi 245mm.
*Jumlah mobil yang diperkenankan untuk mengikuti balapan bertambah dari 24 menjadi 26.
* Sesi kualifikasi diubah untuk mengakomodasi penambahan jumlah mobil: delapan mobil keluar di sesi kualifikasi pertama, delapan mobil keluar di sesi kualifikasi dua dan 10 mobil lainnya akan memperebutkan pole position.
* Sebanyak 10 pembalap yang memulai race dari posisi terdepan harus membalap dengan menggunakan ban yang sama dengan di sesi kualifikasi. Jika ban mengalami kerusakan di sesi kualifikasi, FIA akan mengirim delegasi teknis untuk memeriksa apakah kerusakan tersebut bisa membuat sebuah mobil mengganti bannya.
* Wheel cover, yang sudah digunakan sejak 2006 akan dilarang penggunaannya mulai 2010.
* Dalam rangka mengaplikasikan pemotongan biaya yang sudah disepakati sejak tahun lalu, setiap tim akan dibatasi dalam melakukan penggembangan aerodinamis. Selain itu larangan melakukan ujicoba di tengah musim juga masih dilarang.
* Sistem poin baru akan digunakan untuk musim 2010, sebagai respon terhadap bertambahnya jumlah grid.
* Mobil di musim 2010 lebih panjang 20 sampai 22 cm terkait bertambahnya kapasitas tanki bahan bakar.
* Pembalap hanya akan diberi jatah sebelas set ban untuk setiap akhir pekan, berkurang dua dibanding musim lalu.
* Meski sebelumnya Concorde Agreement membolehkan tim untuk absen hingga tiga balapan sebelum dapat sanksi, namum FIA belakangan menegaskan kalau penalti akan dijatuhkan pada setiap tim yang absen satu race saja.
(din/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads