Bisa Buat Kejutan Lagi, Mercedes?

Jelang F1 2010

Bisa Buat Kejutan Lagi, Mercedes?

- Sport
Selasa, 02 Mar 2010 16:05 WIB
Bisa Buat Kejutan Lagi, Mercedes?
Jakarta - Sisa-sisa kehebatan Mercedes GP di tahun lalu belum terlihat dominan di pramusim. Bisakah tim yang berstatus sebagai juara bertahan konstruktor ini mengulangi kejutannya?

Mercedes yang pada musim lalu masih bernama Brawn GP menyita perhatian publik. Bagaimana tidak? Mereka mendominasi enam dari tujuh seri awal dan akhirnya keluar sebagai yang teratas dengan meneluarkan Jenson Button sebagai juara dunia.

Namun karena satu dan lain hal di antaranya soal permodalan, tim tersebut berganti nama menjadi Mercedes GP untuk tahun ini. Button dan Rubens Barrichello yang melambungkan nama mereka pun hengkang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Button berlabuh ke McLaren dengan alasan untuk mencari tantangan baru. Sedangkan Barrichello yang tidak mendapatkan indikasi kontraknya akan diperbarui, bergabung dengan Williams.

Namun hal tersebut tidak sepenuhnya membuat publik memicingkan mata terhadap Mercedes. Itu terkait erat dengan keberadaan prinsipal tim, Ross Brawn yang dianggap menjadi aktor dibalik kejayaan Brawn GP.

Mercedes pun tetap ramai menjadi pembicaraan karena berhasil membujuk Michael Schumacher dari masa pensiunnnya. Sang legenda hidup F1 akan bertandem dengan Nico Rosberg yang merupakan kompatriotnya.

Namun tak bisa dipungkiri bahwa Schumacher telah termakan usia dan memerlukan adaptasi yang lama dengan atmosfer jet darat kembali. Begitu juga dengan Rosberg yang tetap di kelasnya yang 'sedang-sedang saja'.

Dua pembalap tersebut belum membuat penampilan yang menawan tes Valencia, Jerez dan Barcelona meski juga tidak jelek-jelek amat. Ini bisa menjadi tanda-tanda dari performa Mercedes yang akan melempem.

Simak bagaimana kesuksesan Brawn GP di tahun lalu sudah dapat diprediksi dari penampilan apik mereka di uji coba pra musim. Mereka merajai di Barcelona yang merupakan uji coba perdana menggunakan mobil untuk musim kompetisi 2009.

Foto: Michale Schumacher (AFP)
(fjp/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads